Tips Mudik 2023 - Apakah Mobil Wajib Ganti Oli Sebelum Dipakai Mudik?

Selain volume, kualitas oli juga wajib diperiksa jangan sampai oli mengandung air, mengental, berlumpur atau mengandung serbuk logam.

Editor: Rizky Zulham
Dok. Kompas.com
Ilustrasi ganti oli mobil. Tips Mudik 2023, Apakah Mobil Wajib Ganti Oli Sebelum Dipakai Mudik? 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tips Mudik 2023 bagi Anda yang akan melakukan perjalanan menggunakan kendaraan jenis mobil.

Oli mesin menjadi cairan pada mobil yang wajib diperiksa kualitasnya sebelum perjalanan mudik.

Dengan oli yang berkualitas diharapkan komponen tetap terjaga selama mobil dipacu dalam perjalanan.

Pastikan volume oli mesin cukup, levelnya berada di antara batas minimal dan maksimal di dipstick oli mesin.

Selain volume, kualitas oli juga wajib diperiksa jangan sampai oli mengandung air, mengental, berlumpur atau mengandung serbuk logam.

Segini Stok Kuota BBM Indonesia Jelang Mudik Lebaran Idul Fitri 2023

Jika volume dan kualitas oli sudah menurun, maka penggantian pelumas mesin wajib dilakukan, tapi bila semua masih baik apa perlu ganti oli mesin?

Jadwal pergantian oli gardan dilakukan 40 ribu kilometer

Hal ini pernah dijelaskan oleh Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi.

Ia mengatakan penggantian oli mesin tetap menyesuaikan waktunya saja, sehingga kalau belum waktunya tidak perlu diganti.

“Penggantian oli mesin bisa mengikuti periode servicenya saja, 6 bulan atau 10.000 Km mana yang tercapai terlebih dahulu,"

"Jika sudah waktunya maka oli mesin wajib diganti, bisa di perjalanan atau setelah sampai kota tujuan ataupun sebelum keberangkatan,” ucap Bambang, Minggu 9 April 2023.

Dia mengatakan kualitas oli mesin memang wajib dalam kondisi prima, tapi kalau belum jadwalnya ganti oli mesin tidak perlu dilakukan.

Pemilik INF Auto Service Depok Fendi Pamungkas mengatakan, penggantian oli wajib dilakukan bila memang sudah waktunya.

“Sesuaikan dengan jadwal penggantian oli, setiap 5.000 Km atau 3 bulan," katanya.

"Untuk itu kami merekomendasikan lebih maju dari ketentuan diler per 10.000 Km atau 6 bulan, karena menyesuaikan kondisi jalan di perkotaan,” ucap Fendi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved