Christiandy Sanjaya Tekankan Pentingnya Empat Pilar Bangsa Pada GMKI dan PMKRI
"Ada saja kelompok-kelompok yang mau memecah- belah kita sebagai Bangsa. Pengalaman banyak negara yang menjadi korban perpecahan bisa menjadikan kita
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, tekankan pentingnya empat pilar kebangsaan kepada perwakilan anggota GMKI dan PMKRI se- Kalimantan Barat di Kota Pontianak, Senin 27 Maret 2023.
"Saya berterima kasih karena 2 lembaga mahasiswa di tanah air PMRI dan GMKI, tim adik Endro, Afen dan Fransiska Mada dan kawan-kawan yang mengundang berdialog hari ini 27 Maret 2023 menghadirkan 150 anak mahasiswa dari beberapa Kabupaten di Kalimantan Barat," kata Christiandy Sanjaya.
Christiandy Sanjaya, menjelaskan sosialisasi Empat Pilar memiliki makna yang penting, terutama bagi kaum muda, calon pemimpin masa depan. Karena Empat Pilar Kebangsanaan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal.
Sosialisasi Empat Pilar itupun dianggap penting, mengingat sebentar lagi akan memasuki tahun politik 2024, sehingga kita perlu menjaga keutuhan NKRI.
"Ada saja kelompok-kelompok yang mau memecah- belah kita sebagai Bangsa. Pengalaman banyak negara yang menjadi korban perpecahan bisa menjadikan kita mawas diri, contohnya, Negara Uni Soviet, India, Yugoslawia dan lain-lain," lanjut anggota Komite II DPD RI itu.
• Pj Bupati Landak: Pelantikan Timanggong Binua Sengkunang Sudah Sesuai Perda Kelembagaan Adat Dayak
Alasan kedua adalah karena kaum muda yang sebagian besar para mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Menurut anggota MPR RI ini, kaum muda perlu mencontoh pemimpin seperti Soekarno – Hatta bersama para pendiri Bangsa yang selalu menjaga persatuan.
Meski terkadang berbeda pendangan namun ketika berbicara mengenai kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia mereka semua punya pandangan sama NKRI harus dirawat.
Alasan ketiga, karena negara ini dibentuk oleh semua golongan termasuk komunitas Tionghoa. Hal itu karena dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) ada tokoh Tionghoa di dalamnya.
"Jadi semua anak Bangsa terlibat menyusun hal-hal penting untuk Kemerdekaan kita," lanjutnya.
Mengenai peran mahasiswa dalam merawat NKRI, Christiandy Sanjaya mengimbau agar generasi muda berhati-hati terkait usaha merusak toleransi di dalam masyarakat. "Mahasiswa harus menolak atau melawan upaya misalnya untuk mengganti Dasar Negara, " tegasnya
Sementara itu, Untung Sidupa selaku pembicara kedua menekankan nilai-nilai Pancasila, khususnya peran mahasiswa dalam memberikan kontribusi di masing – masing kabupaten. Satu di antaranya dengan melakukan kajian isu-isu penting di daerah dan kemudian perjuangkan dengan mengundang wakil kita di Dewan Perwakilan Rakyat.
"Misalnya membahas pandangan mereka tentang masalah Kemiskinan, masalah perbatasan dan politik identitas karena semua itu mengancam keutuhan dan ketidakadilan yang dirasakan rakyat kita di pedesaan," tandasnya. (*)
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sosialisasi-empat-pilar-kebangsaan-kepada-perwakilan-325rwew.jpg)