Tingkatkan IPM, Dinas Pendidikan Sintang Akan Sinergi dengan DPMPDes
"Nanti akan kita lakukan dengan pendidikan program paket A,B,C. Tentu biaya dari kita semua. Kalau itu dilakukan bersinergi saya yakin IPM kita akan b
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, akan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Sinergi dilakukan untuk mendata tamatan sekolah penduduk usia produktif di Kabupaten Sintang.
"Sesuai target kami di sIni, pertama pengelolaan manajemen bos, kedua kita akan mendukung kebijakan pusat sampai daerah dalam rangka peningkatan IPM. Kita mencoba bersinergi dengan Dinas terkait seperti DPMPD. Kota nanti mendata penduduk yang usia produktif untuk mendata yang tidak tamat sekolah SD, SMP, SMA atau SMK," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus, Jumat 24 Maret 2023.
Setelah data terkumpul, Yustinus akan membuat program pendidikan kesetaraan.
• Dua Peristiwa Kebakaran Terjadi Dalam Sehari di Sintang
"Nanti akan kita lakukan dengan pendidikan program paket A,B,C. Tentu biaya dari kita semua. Kalau itu dilakukan bersinergi saya yakin IPM kita akan baik," ujar Yustinus.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kartiyus mendorong agar program Gubernur Kalbar, Sutarmidji setiap tahunnya ada sekolah baru di Kabupaten Sintang yang dibangun.
“Saya minta ke gubernur satu tahun 1 lah. Beliau kan punya program unggulan dan dana provinsi besar 1 sekolah bangun gedung 15 miliar,” kata Kartiyus.
Kartiyus yakin, melalui sinergi antara Pemprov Kalbar dan Pemda Sintang ini akan meningkatkan IPM. Apalagi, rata-rata lama sekolah anak Sintang hanya sampai kelas 1 SMP. Dengan dibangunnya SMK/SMA maka tidak ada alasan bagi anak sintang untuk tidak sekolah.
“Kenapa harus banyak SMA dan SMK untuk mencegah angka putus sekolah di SMP. Ada SMA/SMK mereka nyambung lagi, sehingga angka harapan sekolah anak sintang tinggi. Kalau tidak ada sekolah mau neruskan ke mana mereka. Kalau ndak dibantu gubernur, ndak selesai persoalan IPM sintang. Supaya tidak ada alasan anak tidak sekolah, ketika gedung sudah dibangun guru disiapkan, ndak ada alasaan lagi,” ungkap Kartiyus. (*)
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepala-Disdikbud-Sintang-Kalimantan-Barat-Yustinus.jpg)