Yayasan Palung Bahas Perkembangan KUPS di Simpang Hilir
Oleh sebab itu, diperlukan semacam pelatihan inovasi produk, membuat motif dan mewarnai tikar sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan permintaan
Penulis: Zulfikri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA -Yayasan Palung (YP) telah mengadakan pertemuan dengan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.
Mengenai hal tersebut, Hendri Gunawan selaku Koordinator Program Hutan Desa Yayasan Palung, menyampaikan saat mengadakan pertemuan dengan KUPS Asoka dibahas beberapa hal terkait progres (kemajuan) dan kebutuhan kelompok.
Saat ini, belum ada kendala terkait ketersediaan bahan baku. Pemasaran pun, juga bukan menjadi kendala besar bagi kelompok ini karena pembeli tikar hingga saat ini masih cukup banyak. Biasanya pelanggan memesan tikar sesuai dengan motif yang mereka inginkan.
Dengn begitu, yang menjadi kendala kelompok Asoka adalah membuat motif sesuai dengan permintaan pelanggan.
Oleh sebab itu, diperlukan semacam pelatihan inovasi produk, membuat motif dan mewarnai tikar sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan permintaan pelanggan. KUPS Asoka adalah kelompok usaha yang bergerak dibidang anyaman tikar pandan.
• Sekda Kayong Utara Hilaria Imbau Masyarakat Informasikan Tanda Batas Tanah
Lebih lanjut, KUPS Keripik Simpang Keramat saat ini produksi sedang berhenti sementara karena bulan ini adalah musim masyarakat menanam padi, jadi sebagian besar anggota kelompok sibuk kerja di ladang.
Produksi akan dimulai, ketika anggota kelompok tidak sibuk. Terkait dengan peralatan untuk membuat keripik, mereka tidak ada kendala.
Hal yang menjadi kendala bagi kelompok ini adalah pemasaran, karena banyaknya saingan. Ada banyak penjual keripik yang menjual keripik mereka, dengan harga yang lebih murah.
Kelompok keripik simpang keramat tidak mampu menyaingi, karena mereka harus membeli bahan baku pisang.
Jadi jika mereka jual dengan harga yang sama, dengan penjual lain atau pesaing mereka, maka mereka tidak akan mendapatkan untung.
Selanjutnya, pertemuan dengan KUPS Kopi Sinar Selatan. Saat ini KUPS Sinar Selatan masih memproduksi kopi bubuk. Adapun bahan baku yang mereka gunakan, berupa beras kopi diperoleh dengan cara dibeli dari petani kopi.
"Harga beli beras kopi juga masih sama, yakni dengan rentang harga Rp. 35.000,- sampai Rp.40.000,- perkg. Sedangkan harga jual berkisar Rp. 70.000,- sampai Rp. 130.000,- perkg,” terang Hendri. Minggu 5 Februari 2023.
Hendri menuturkan untuk saat ini, beberapa kendala yang dihadapi kelompok ini juga masih sama yaitu modal.
Kurangnya modal, membuat mereka sulit menampung atau mengumpulkan bahan baku dalam jumlah yang banyak.
Sementara itu, Yusniatin selaku Ketua KUPS Keripik Simpang Keramat menilai bahwa kelompok mereka memerlukan sebuah pelatihan terkait pembukuan seperti penghitungan modal, uang keluar, uang masuk dan seterusnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Yayasan-Palung-YP-beberapa-waktu-lalu-telah-m324ew.jpg)