BKSDA Rescue Satu Individu Orangutan di Perbatasan Kalbar - Kalteng

Menurut Bharata, selama ini pemelihara tidak tahu bahwa satwa ini merupakan satwa yang dilindungi saat menerima orangutan dari orang.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/BKSDA
BKSDA Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalbar SKW II Sintang bersama Polres Melawi dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) menyelamatkan satu individu Orangutan dari peliharaan warga di perbatasan Kalbar-Kalteng. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalbar SKW II Sintang bersama Polres Melawi dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) menyelamatkan satu individu Orangutan dari peliharaan warga di perbatasan Kalbar-Kalteng.

Primata yang dilindungi undang-undang ini dipelihara warga sejak berusia 6 bulan sampai dengan 7 tahun. Orangutan dengan nama latin Pongo pygmieuos diselamatkan tim gabungan pada Kamis pekan lalu.

Penyelamatan orangutan dari pemeliharaan ilegal itu berawal dari laporan masyarakat adanya orangutan yang di pelihara salah satu warga di Kabupaten Melawi.

Lalu, Tim WRU BKSDA Kalbar SKW II Sintang, Polres Melawi dan YPOS menuju lokasi yang berjarak kurang lebih 60 km dari Kabupaten Sintang yang berbatasan dengan provinsi Kalimantan Tengah untuk merescue orangutan tersebut.

"Dari informasi di lokasi, dimana orangutan tersebut dipelihara, orangutan ini sudah dipelihara selama 7 tahun sejak usia sekitar enam bulanan," kata Kepala BKSDA SKW II Sintang, Barata Sibarani, Selasa 31 Januari 2023.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Sungai Inggar di Kayan Hilir Kabupaten Sintang Dilanjutkan Tahun Ini

Menurut Bharata, selama ini pemelihara tidak tahu bahwa satwa ini merupakan satwa yang dilindungi saat menerima orangutan dari orang.

"Di lapangan tim melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga setempat terkait tumbuhan dan satwa liar khususnya yang dilindungi, agar masyarakat sadar dan tahu dalam menyikapi keberadaan satwa liar khususnya orangutan," ujar Bharata.

Tim akhirnya berhasil membawa orangutan tersebut untuk dilakukan langkah-langkah lanjutan dalam upaya penyelamatannya.

"Jadi menurut pemilik tidak mengetahui kalau Orangutan termasuk dilindungi dan niatnya memelihara karena kasihan melihat anak Orangutan tadi dan kalau dilepas takut diburu. Maka setelah mendapat edukasi dari tim, pemilik mau menyerahkan Orangutan tersebut ke petugas untuk dirawat dan bisa dikembalikan ke habitatnya," kata Bharata. (*)

Angka Stunting di Sintang Terendah se-Kalbar

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved