Contoh Menulis Cerpen Motivasi, Singkat, Padat dan Jelas
Walaupun lebih sederhana dan ringkas, tetapi cerpen tetap memberikan hiburan yang menarik bagi para pembacanya.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Berikut ini contoh menulis cerpen:
Senyum Terakhirku
Berikut merupakan cerpen persahabatan berjudul Persahabatan yang Indah kara Revalina Arista.
Di sebuah kampung, ada remaja perempuan bernama Rani yang tidak mempunyai sahabat. Tidak ada yang mau berteman dengannya karena dia terlihat dekil dan kotor, sehingga anak remaja yang lain menjauhinya.
Suatu hari, datanglah pendatang baru di kampung itu bernama Bu Mira dan Pak Ardi, mereka membawa anak mereka bernama Citra. Di perjalanan menuju rumah baru mereka, Citra melihat Rani sedang melamun dan Citra pun ingin mendatangi. Namun, orang tuanya tidak memperbolehkan karena harus ke rumah dulu
Sesampainya di rumah, Citra langsung merapikan barang-barangnya dan dia beristirahat sebentar di kamar. Dia kembali teringat dengan gadis yang ia temukan tadi, dia pun langsung keluar rumah untuk menghampiri wanita itu
"Hai, nama mu siapa?" tanya Citra.
"N-namaku Rani," jawab Rani dengan agak gugup
"Hei, kenapa kamu terlihat gugup?" tanya citra lagi
"A-Aku takut," sahut Rani
"Kamu takut denganku? Aku hanya ingin berteman denganmu Rani," jawab Citra
"Apa? Teman? Kamu ingin berteman denganku?" sahut Rani dengan tersenyum.
"Iya. Apakah kamu mau?" jawab Citra.
"Tetapi aku sangat dekil dan kotor, sehingga anak-anak itu menjauhiku," jawab Rani sambil menunjuk anak-anak remaja yang sedang bermain.
"Tidak apa-apa, lagi pula aku pendatang baru di sini dan aku tidak punya teman," sahut Citra
"Iya... Aku mau!" jawab Rani dengan bahagia.
Mereka pun berteman. Citra suka membawa Rani main ke rumahnya dan mengajaknya jalan-jalan ketika dia mau pergi bersama orang tuanya. Rani sangat bahagia memiliki teman. Lama kelamaan mereka semakin dekat mereka bersahabat dengan baik. Hingga pada suatu hari, Citra harus pergi keluar kota untuk ikut orang tuanya bekerja, dan Citra pamit kepada Rani.
"Rani, aku akan pergi keluar kota selama 1 bulan," kata Citra
"Loh, kenapa?" tanya Rani.
"Ayahku ada kerja di sana, jadi aku dan Ibu harus ikut," jawab Citra.
"O-oh ya sudah, hati-hati ya Citra," sahut Rani dengan agak sedih.
Citra pun pergi keluar kota, Rani sangat sedih karena dia tidak mempunyai teman. Setiap hari Rani memikirkan Citra dan ia ingin Citra cepat pulang. Rani hanya diam dan memikirkan itu setiap hari.
Satu bulan pun tiba, dan Citra pun belum pulang. Rani tetap menunggu Citra, tetapi sudah dua bulan Citra belum pulang. Rani khawatir, dia selalu memikirkan apa yang terjadi pada Citra.
Setelah dua bulan dua minggu, Citra akhirnya pulang. Saat itu, Rani sedang tidak enak badan. Citra langsung menghampiri rumah Rani. Sesampainya di rumah Rani, Citra langsung menjenguk Rani. Melihat kedatangan Citra, Rani terlihat sangat bahagia karena ia telah menunggu Citra.
"Citra? Kamu sudah pulang?" tanya Rani dengan bahagia
"Sudah Rani," sahut Citra
"Kenapa pulangnya lambat, sedangkan kamu bilang cuman satu bulan?" tanya Rani.
"Tiba-tiba ayahku ada kendala yang harus diselesaikan, jadi aku pulangnya terlambat," sahut Citra.
Citra pun menemani sampai Rani sembuh. Setelah Rani sembuh mereka kembali bermain-main seperti dulu. Rani terlihat sangat bahagia memiliki sahabat seperti Citra.
Angin Menabuh Daun-Daun
Berikut merupakan cerpen persahabatan berjudul Angin Menabuh Daun karya Deruddy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Poster-film-Until-Tomorrow.jpg)