Agama dan Perjuangan Kapitan Pattimura Dalam Melawan Penjajah Berasal dari Indonesia Timur

Pattimura wafat pada 16 Desember 1817 di umur 34 tahun karena tertangkap Belanda dan dijatuhi hukuman mati di tiang gantungan.

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Buku Terpadu Tematik SD
Sejarah pahlawan Kapitan Pattimura. Perjuangan Pattimura dalam melawan Belanda 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil buah perjuangan dari para pejuang Indonesia yang rela berkorban jiwa raga demi kemerdekaan.

Satu diantara pahlawan yang turut berperang melawan penjajah adalah Kapitan Pattimura.

Patimura adalah pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Haria, Saparua, Maluku.

Lahir pada 8 Juni 1783 di Saparua dengan nama asli Thomas Matulessy atau Thomas Matulessia. 

Pattimura wafat pada 16 Desember 1817 di umur 34 tahun karena tertangkap Belanda dan dijatuhi hukuman mati di tiang gantungan.

Ia dilahirkan dari pasangan Frans Matulessia dan Fransina Tilahoi.

Memiliki adik laki-laki bernama Yohanis.

Menurut I.O. Nanulaitta, dikutip dari Historia.id, keluarga Matulessia beragama Kristen Protestan.

Hormat Jasa Pahlawan, Anggota Pendam XII/Tpr Ziarah ke TMP Dharma Patria Jaya Kubu Raya

Perjuangan Kapitan Pattimura

Tahun 1810, Kepulauan Maluku dikuasai oleh penjajahan Belanda oleh Inggris dan seorang pemuda yang bernama Mattulessi tak lain adalah Kapitan Pattmura menerima pelatihan militer dari tentara mereka dan mencapai pangkat sersan mayor.

Perjuangan yang dilakukan Pattimura yaitu melawan penjajahan Belanda yang masuk ke tanah Maluku untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.

Hingga terjadilah suatu pertempuran terbesar yang dipimpinnya ketika rakyat Maluku bersatu untuk merebut Benteng Duurstede dari tangan penjajah Belanda.

Dalam perang melawan penjajahan Belanda, Pattimura dikenal cerdik dan mampu menghimpun kekuatan besar rakyat Maluku sehingga mempersulit pergerakan Belanda di Maluku.

Bahkan, namanya sangat berpengaruh dan sangat disegani oleh para pemimpin VOC kala itu yang harus memutar otak untuk menghadapi perlawanan rakyat Maluku. 

Tak heran Pattimura sangat piawai dalam pertempuran dan menghimpun pasukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved