Paskalis Niko Bersyukur Desa Jerora Satu Sudah Deklarasi STBM
"Memang kesadaran masyarakat sangat penting. Harus sering dilakukan edukasi dari desa, pendekatan pendekatan secara khusus karena mengingat tidak semu
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Desa Jerora Satu, Paskalis Niko merasa bersyukur akhirnya bisa Deklarasi tiga pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Menurutnya, dengan deklarasi desa Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS), untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Kami bersyukur karena dengan PHBS sangat penting untuk kami wujudkan dalam kehidupan sehari. Karena desa kami desa penyangga kota. Jadi kami harus bangga jadi masyarakat desa Jerora Satu," kata Niko, Rabu 21 Desember 2022.
Menurut Niko, ada cukup banyak hambatan menuju STBM. Dia bersyukur banyak dibantu oleh petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan untuk memberikan penyadartahuan kepada masyarakat soal Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Memang kesadaran masyarakat sangat penting. Harus sering dilakukan edukasi dari desa, pendekatan pendekatan secara khusus karena mengingat tidak semua SDM itu semuanya merata. Melalui pendekatan kesehatan, kearifan, dibantu puskesmas dan dinkes sangat membantu kita. Sehingga masyarakat menyadari arti pentingnya kesehatan," ujar Niko.
• Jadi Desa Pertama di Kota Sintang yang Deklarasi ODF, Bupati Jarot: Jerora Satu Hebat
Saat ini, baru 3 dari lima pilar STBM yang dideklarasikan. Mengenai pilar ke empat soal pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair Niko yakin akan dilaksanakan kedepannya.
"Kita sudah masuk 3 pilar, mudah- mudahan nanti 2 pilar lainnya itu bisa kita laksanakan berikutnya. Karena di sini kita kesulitan masalah sampah. Tanah pemda ada sebenarnya 4 hektare, itu memang tempat sampah dulunya, tapi sekarang tidak aktif. Mungkin nanti akan kita koordinasikan dengan Pemkab bagaimana pengolahan sampah di jerora. Karena sampah ini menjadi masalah," ungkap Niko.
Selain deklarasi STBM, Desa Jerora Satu juga deklarasi Desa Siaga. Yang artinya kata Niko, Desa sigap dalam hal apapun, mulai dari siaga bencana, siaga dalam membantu masyarakat dalam penanganan masalah kesehatan.
"Desa Siaga lebih pada desa tanggap bencana, desa tanggap kesehatan, saling menolong. Di desa siaga ada ambulance desa, pendonor, dan ada juga semua relawan yang siap siaga membantu orang yang mengalami masalah kesehatan. Ambulance desa secara khusus belum ada, tapi ada banyak mobil masyarakat yang sudah kita siapkan dan orangnya rela dijadikan untuk memberikan pertolongan pertama dan untuk di desa kita harapnya kedepan kita ada ambulace desa untuk kepentingan umum masyarakat," terang Niko. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Jerora-Satu-menjadi-desa-pertama-di-Kecamatan-Sintang235wef.jpg)