Pola Hidup Sehat
Menjadi Penyebab Kematian Terbanyak, Waspada 4 Hal ini Bagi Penderita Dibetes
Gula darah rendah benar-benar dapat membuat otak kekurangan oksigen dan itu juga dapat memicu aritmia jantung yang berbahaya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Diabetes tipe 1 merupakan jenis penyakit autoimun permanen yang umumnya terjadi pada anak-anak.
Penyakit ini ditandai dengan tubuh yang tidak lagi memproduksi insulin.
Melansir laman Daily Mail, peneliti memeriksa harapan hidup penderita diabetes tipe 1 di Australia selama 13 tahun.
Dari penelitian tersebut diketahui bahwa harapan hidup penderita diabetes tipe 1 tidak banyak berubah selama lebih dari satu dekade, kendati obat-obatan dan terapi diabetes sudah lebih mudah diakses.
Perlu kita tahu, penyebab terjadinya diabetes tipe 1 masih belum jelas. Namun peneliti yakin, hal ini disebabkan oleh genetik. Kontras dengan diabetes tipe 2 yang sebagian besar dipengaruhi oleh gaya hidup.
• Kontrol 4 Jenis Makanan Ini Jika Kamu Mempunyai Gejala Diabetes
“Penelitian menunjukkan bahwa diabetes cenderung berpengaruh terhadap kematian dini,” demikian kesimpulan studi yang diterbitkan di jurnal Diabetologia.
Lebih lanjut, studi itu menyebutkan bahwa diabetes tipe 1 menimbulkan penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung dan kardiovaskular, endrokrin serta metabolik, yang berkontribusi pada kematian lebih cepat.
“Penyakit-penyakit turunan dari diabetes ini harus lebih diwaspadai untuk mencegah kematian prematur,” tulis studi tersebut.
Untuk diketahui, kisaran kadar gula darah normal pada tubuh, yakni:
- Sebelum makan: sekitar 70-130 mg/dL
- 2 jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
- Setelah tidak makan (puasa) selama kurang lebih 8 jam: kurang dari 100 mg/dL
Menjelang tidur: 100-140 mg/dL
Apabila didiagnosis mengidap diabetes, seseorang kiranya penting untuk selalu mengontrol kadar gula darahnya.
• Jam Makan yang Disarankan untuk Penderita Diabetes, Hingga Cara Makan Sehat untuk Mencegahnya
Jika tidak, penderita diabetes berisiko mengalami komplikasi diabetes yang bisa berujung pada kematian.
Berikut ini adalah beberapa komplikasi diabetes yang paling umum, baik untuk diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 yang dapat menyebabkan konsekuensi fatal:
Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.
Cek Fakta
1. Gula darah terlalu tinggi
Melansir Health, jika diabetes dikelola dengan baik, pasien bisa saja berumur panjang dan hidup sehat.
Namun, salah satu ancaman terbesar bagi orang yang memiliki kondisi ini adalah kadar glukosa darah yang tidak terkontrol.
Misalnya, jika kadar glukosa terlalu tinggi, hal itu dapat menyebabkan kematian mendadak.
Komplikasi yang dikenal sebagai ketoasidosis diabetik ini lebih sering terjadi pada diabetes tipe 1, suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat membuat insulin sendiri.
Namun, ketoasidosis diabetik juga sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.
Kebanyakan orang dengan diabetes tipe 1 dapat menjaga glukosa darah mereka pada tingkat normal dengan menggunakan pompa insulin atau dengan menyuntikkan insulin secara manual beberapa kali sehari.
Tapi ketoasidosis, masih bisa terjadi dan tanpa pengobatan langsung dengan insulin, bisa berakibat fatal.
Ketoasidosis bisa terjadi ketika orang melewatkan dosis insulin, tetapi juga bisa disebabkan oleh penyakit atau obat-obatan tertentu.
• Membantu Atasi Diabetes Tipe 2, Berikut 5 Obat untuk Perawatan dari Rumah
2. Organ tubuh rusak seiring waktu
Cara lain diabetes dapat menjadi penyebab kematian adalah dengan kerusakan yang terjadi pada organ dan jaringan di tubuh dalam jangka waktu yang lama.
Misalnya, pembuluh darah di ginjal bisa rusak karena gula darah tinggi. Ini adalah komplikasi yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan memerlukan cuci darah.
Jenis kerusakan organ dan pembuluh darah yang sama ini juga dapat menyebabkan kebutaan dan amputasi kaki, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko infeksi, cedera, maupun penyakit tambahan.
Sebagai solusi, menjaga kadar gula darah tetap terkontrol baik untuk diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko komplikasi ini.
3. Peningkatan risiko masalah jantung dan pembuluh darah
Sekitar 2/3 penderita diabetes dilaporkan benar-benar berakhir meninggal karena kondisi kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke.
Itu karena diabetes dapat terjadi bersamaan dengan kondisi lain, seperti obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan kombinasi penyakit ini dapat membuat setiap penyakit menjadi lebih berbahaya.
Orang dengan diabetes juga lebih mungkin mengembangkan penyakit Alzheimer.
Mempertahankan berat badan yang sehat, makan makanan yang seimbang, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur adalah cara-cara yang dapat dilakukan oleh penderita diabetes untuk membantu melindungi jantung dan otak seiring bertambahnya usia.
Tetapi, penting juga bagi penderita diabetes untuk bekerja sama dengan dokter untuk menjaga glukosa darah serta tekanan darah dan kolesterol dalam kisaran yang sehat.
• Ciri-ciri Mendasar Seseorang Terkena Diabetes, dari Gangguan Penglihatan Hingga Sering Haus
4. Gula darah terlalu rendah
Melansir Medical News Today, pengobatan diabetes yang berlebihan juga bisa menjadi masalah.
Jika penderita diabetes memasukkan terlalu banyak insulin dan gula darah turun, itu dapat menyebabkan kejang, koma, dan kematian.
Gula darah rendah benar-benar dapat membuat otak kekurangan oksigen dan itu juga dapat memicu aritmia jantung yang berbahaya.
Kemajuan dalam teknologi medis telah membuat kemungkinan pengobatan diabetes yang berlebihan menjadi berkurang jauh lebih kecil daripada sebelumnya. Tetapi, kejadian itu masih berisiko terutama seiring bertambahnya usia pasien.
Pasalnya, sistem peringatan yang membuat otak tahu bahwa gula darah terlalu rendah menjadi tumpul seiring bertambahnya usia.
Orang tua atau lanjut usia juga mungkin tidak makan makanan dengan jadwal teratur, yang dapat memengaruhi kadar insulin. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Jika-penderita-diabetes-memasukkan-terlalu-banyak-insulin.jpg)