Dosen Pembimbing KKM IKIP PGRI Lakukan Penarikan Mahasiswa di Kecamatan Toho Mempawah

Penarikan kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) IKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2022/2023 dilakukan setelah mahasiswa mengabdi selama 21 hari.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sejumlah Mahasiswa IKIP PGRI bersama dosen pembimbing melakukan foto bersama sesaat setelah proses penarikan dari kegiatan KKM di Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat 

Citizen Reporter
Arif Januardi, M Pd
Dosen Program Studi Sejarah IKIP PGRI Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penarikan Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) IKIP PGRI Pontianak yang ditempatkan di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah dilaksanakan pada Rabu, 30 November 2022, di Aula Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.

Penarikan kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) IKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2022/2023 dilakukan setelah mahasiswa mengabdi selama 21 hari.

Adapun pelaksanaan kegiatan penarikan KKM di Kecamatan Toho ini dimulai dengan penyampaian kata sambutan dari Dosen Pembimbing KKM IKIP PGRI Pontianak,

Zusyah Porja Daryanto, Dalam sambutannya menyampaikan laporan kegiatan penarikan KKM IKIP PGRI Pontianak di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah,

Dirinya mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya untuk berpamit karena datang dengan baik pulangnya juga harus baik.

Program PLP-2 dan KKM, IKIP PGRI Pontianak Sampaikan Berjalan Lancar di Kayong Utara

Sementara itu, ia mengingatkan agar mahasiswa untuk secepatnya menyelesaikan perkuliahan nantinya tepat pada waktunya.

Sama halnya dengan Zusyah Porja Daryanto, Dosen Pembimbing KKM IKIP PGRI Pontianak di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Arif Januardi menyampaikan, terima kasih kepada Camat Toho,

Kepala Desa Toho Ilir dan Kepala Desa Pak Utan yang telah memfasilitasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan KKM IKIP PGRI Pontianak di wilayahnya.

Melalui Penarikan KKM diharapkan mahasiswa yang telah melaksanakan program KKM mendapatkan pengalaman belajar melalui keterlibatan secara langsung di masyarakat,

memberikan kesempatan untuk mengembangkan pemikiran dan dapat pula untuk meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa dari masalah yang dihadapi oleh masyarakat,

meningkatkan kedewasaan dan kepribadian, meningkatkan daya saing nasional, dan jiwa peneliti,

“Hal terpenting itu adalah memelihara dan meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ngatmo, Sekretaris Kecamatan Toho dalam hal ini mewakili Camat Toho menyampaikan permohonan maaf dari Camat Toho karena dalam kesempatan ini tidak dapat menghadiri kegiatan penarikan tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved