Fordeb dan Kaum Muda Kalbar Bedah Hoax Dalam Pemilu, Sepakat Bangun Proses Demokrasi yang Lebih Baik
Satu diantaranya adalah membentuk kaukus muda untuk membahas permasalahan dan terlibat dalam pelaksanaannya...
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Forum Diskusi Era Baru atau Fordeb menggelar lokakarya yang mengangkat tema Partisipasi Kaum Muda Mencegah Berita Bohong (Hoax), Kekerasan dan Kebencian Untuk Proses Demokrasi yang lebih baik di salah satu café di Kota Pontianak, Jumat 9 Desember 2022.
Berbagai elemen kaum muda yang ada di Kalimantan Barat mulai dari Pokja Rumah Demokrasi, Lanceng Praben Kubu Raya, Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Forum Blogger hingga perwakilan Santri Jalanan ikut membedah tema yang diangkat.
Diskusi pun dibuka oleh Ridho Panji Pradana yang berasal dari Tribun Pontianak dengan membahas peran media ditengah maraknya berita bohong atau hoax.
Usai memantik diskusi dengan flashback peristiwa dan dinamika hoax saat pemilu 2019, alumni Fisip Untan yang berkutat di liputan politik Kalbar sejak 2018-2021 itupun mengajak kaum muda yang hadir jadi agen untuk memerangi hoax tersebut.
Setelahnya, Ireng Maulana yang merupakan Pengasuh Fordeb pun kembali memaparkan situasi politik dan demokrasi Indonesia di dunia maya.
Ireng Maulana pun berharap diskusi yang digelar tak hanya berhenti dihari tersebut dan terkesan seremonial.
• Kalbar Populer Hari Ini: UMK Kalbar 2023 di 8 Kabupaten, Isu Penculikan di Senakin Landak Hoax

Ia berharap diskusi ini bisa jadi pintu masuk yang relevan supaya publik anak muda mampu berpartisipasi dalam memperkuat proses politik dan demokrasi yang lebih baik.
“Kita ingin Mengumpulkan ide dan gagasan dari pikiran anak muda untuk merumuskan jalan alternatif kepada proses politik dan demokrasi yang lebih sehat,” kata Ireng Maulana.
Hasilnya, para kaum muda yang hadir dalam diskusi pun bersuara.
Diantaranya datang dari perwakilan kelompok Santri Jalanan dan Jaringan Rumah Diskusi yang berharap memperkuat literasi public berbentuk modul.
Dengan menjelang tahun-tahun politik berita bohong mulai berkembang, diharapkan juga ada cara untuk mencegah.
Serupa juga dikatakan Nagien Alamsyah dari Lanceng Praben Kubu Raya yang menilai perlu adanya kolaborasi untuk membuat forum diskusi penyadartahuan meningkatkan literasi publik.
Sementara itu, Ketua Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Zainuddin Kismit berharap agar politik sebagai edukasi bersama.
Satu diantaranya adalah membentuk kaukus muda untuk membahas permasalahan dan terlibat dalam pelaksanaannya.
Dengan demikian, menurutnya berita hoax dalam pusaran pemilu akan dapat diminimalisir.