Triponcast Bersama Pemenang Kalbaria 2022: Insanak
Dengan mengundang langsung Ketua Unit Usaha Insanak, Bambang Iswanto dan Sub Koordinator Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dinsos PMD Kab. Sambas
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beberapa waktu lalu pemerintah provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menghelat ajang KALBARIA (Kalimantan Barat Inovasi Award) untuk menjaring inovasi-inovasi terbaik yang dapat meningkatkan daya saing suatu daerah.
Selain itu, KALBARIA juga turut memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, serta masyarakat secara individu maupun kelompok yang telah berhasil sebagai pengembang sebuah karya nyata yang telah diterapkan, teruji dan terbukti kemanfaatannya.
Adapun inovasi yang berhasil menorehkan prestasi juara 1 inovasi daerah kategori umum KALBARIA yakni, Badan Usaha Milik Desa (BUMDEs) Sejiram dengan produk inovasi layanan internet gratis BUMDEs Sejiram untuk masyarakat yang bernama “Insanak”.
Untuk itu, pada Rabu 7 Desember 2022, Tribun Pontianak melalui Triponcast akan mengulas tuntas BUMDEs Sejiram Insanak, mulai dari sejarah terbentuk hingga berhasil mendapatkan juara 1 inovasi daerah KALBARIA.
Dengan mengundang langsung Ketua Unit Usaha Insanak, Bambang Iswanto dan Sub Koordinator Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dinsos PMD Kab. Sambas, Ridho Nursami, yang dipandu oleh Host Triponcast, Virghie Dynaz.
• Kalbar United Women Matangkan Misi Bermain Jelang Liga Asosiasi Futsal Kota Pontianak
Triponcast ini bekerjasama dengan Balitbang Provinsi Kalbar yang telah sukses menyelenggarakan Kalimantan Barat Innovation Award atau KALBARIA 2022.
Mengawali pembicaraan, Bambang menjelaskan awal mula ide yang melatarbelakangi kehadiran Insanak Internet Pedesaan Akomodatif yang diterapkan di Desa Sejiram, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.
Menurut penuturannya, lima tahun lalu tepatnya pada tahun 2017, pemuda-pemuda Sambas termasuk dirinya, pada saat itu melihat masih banyak desa-desa di Sambas yang belum terjangkau oleh internet.
Padahal internet hari-hari ini merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia. Atas dasar itulah dia bersama rekan-rekan pemuda Sambas lainnya mencoba inovasi yang bisa membantu masyarakat untuk dapat menggunakan internet, hingga lahirlah layanan internet desa Insanak.
“Sehingga kami pemuda desa Sejiram pada saat itu berpikir, bagaimana kami yang ada di desa ingin desa-desa itu terkoneksi dalam satu jaringan internet dan masyarakat di desa bisa mendapatkan internet yang mudah dan layak,” ujarnya di TriponCast.
• Tarif Penyeberangan Kapal Feri Pontianak Naik, Edi Kamtono Harap Masyarakat Bisa Memaklumi
Bambang melanjutkan, Insanak mulai resmi terbentuk pada Agustus tahun 2017. Setelah terbentuk, Insanak perlahan mulai terus berproses. Pada tahun 2018 Insanak sudah melakukan penetrasi internet di desa Sejiram dan telah dilakukan konektivitas untuk satu desa Sejiram.
Kemudian, pada tahun 2019 Insanak mulai mencoba memperluas jaringannya. Hal tersebut dikarenakan banyak desa-desa lain yang memiliki kesulitan yang sama (dalam hal ini internet). Oleh karenanya, di tahun tersebut Insanak bersinergi dengan Dinsos PMD Sambas mensosialisasikan layanan internet Insanak kepada desa-desa lainnya.
Di tahun yang sama, Insanak juga mendapatkan bimbingan soal legalitas dari Dinsos PMD Sambas. Pasalnya, untuk memperluas jaringan mesti dibarengi dengan izin distribusi akses internet.
“Sehingga pada saat itu di akhir 2019 kami diarahkan untuk menghubungi Bakti Kominfo (Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi atau BAKTI Kominfo) dan mulai awal tahun 2020 kita sudah melakukan perjanjian tripartit,” katanya.
Setelah melakukan perjanjian tripartit antara BUMDEs Sejiram dengan Bakti Kominfo dan Trans Hybrid Communication, layanan internet Insanak mendapatkan legalitas distribusi internet dan layanannya semakin berkembang ke desa-desa lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Triponcast-bersama-Ketua-Unit-Usaha-Insanak23543r.jpg)