Berita Foto: Pelaku UMKM Pontianak Sambut Platform Digital IDE

Dalam platform IDE, kita akan diajarkan untuk mempelajari target market, cek tren produk di pasar, membandingkan harga pasar, serta melihat peluang bi

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TribunPontianak.co.id/ Nina Soraya
Anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Pontianak menunjukkan platform IDE dari layar gadgetnya. Platform IDE dihadirkan Indosat Ooredoo Hutchison melalui Indosat Business yang ditujukan bagi pelaku UMKM di tanah air agar makin berkembang bisnisnya. Beberapa pelaku UMKM di Kota Pontianak tertarik untuk mencoba menggunakan platform IDE tersebut. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indosat Ooredoo Hutchison melalui Indosat Business, meluncurkan platform digital yaitu Indosat Digital Ecosystem atau IDE yang ditujukan bagi pelaku UMKM di tanah air.

Platform Digital IDE menyediakan tiga fitur untuk mendukung pelaku UMKM, yaitu IDE Advisory, IDE Academy, serta IDE Marketspace.

Pada IDE Advisory, pengguna dapat meningkatkan insight global untuk mengembangkan bisnis mereka.

Sementara IDE Academy tersedia akses ke video dan pelatihan yang memudahkan pelaku UMKM mendapatkan kemampuan digital.

Lalu lewat fitur IDE Marketspace berguna untuk memperluas jejaring bisnis, relasi, dan kesempatan untuk cross-promotion. Di fitur ini pula sebagai ruang komunitas pelaku UMKM.

100 Pelaku UMKM Tampilkan Produk Unggulan di Ajang Expo Iwapi Pontianak

Fitur IDE Academy dalam IDE
Fitur IDE Academy dalam IDE menghadirkan materi pembelajaran digital, modul marketing dan lainnya. Peserta yang bergabung berkesempatan mendapatkan sertifikat setelah lulus dari tes pemahaman.

Pelaku UMKM di Pontianak turut menyambut senang kehadiran platform IDE ini.

Owner Rumah Tempe Pontianak, Muhardiana, mengaku tertarik mencoba memakai platform IDE.

Dirinya yang telah berjualan keripik tempe dan keripik lumpia sejak 2017 silam di Pontianak hingga ke Serawak Malaysia.

Sempat mencoba platform IDE, walau masih sebatas mendengarkan paparan dan tips yang dibagikan oleh para expert yang telah mengisi materi di IDE Academy.

Menurutnya banyak pelatihan yang diberikan berbagai instansi pemerintahan hingga BUMN yang rutin ia ikuti.

“Tapi mencoba IDE ini menarik karena cukup dari rumah saja. Jadi bisa sambil produksi keripik tempe.

Karena produksi kita harian, jadi kita bisa tetap bekerja dan meng-upgrade ilmu,” terangnya.

Anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau Iwapi Kota Pontianak, Chica, menilai pelaku UMKM harus masuk dalam ekosistem digital untuk membuat usaha mereka makin efektif. Tidak bisa lagi hanya mengandalkan pasar offline.

Jika mau terhubung dalam pasar yang lebih luas, maka digital sangatlah diperlukan.

Bawa UMKM Mendunia, BRI Gelar UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved