Lokal Populer
Tiga Prosesi Adat Sambut Tamu di Tempat Festival Danau Sentarum
momentum Festival Danau Sentarum menunjukkan keberagaman budaya dan istiadat selalu kompak untuk segala kegiatan termasuk, mensukseskan festival danau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyatakan, kalau dirinya merasa bersyukur sudah dua tahun festival danau Sentarum ( FDS ) di Kapuas Hulu sudah kembali dilaksanakan, setelah kendala adanya pandemi Covid-19.
"Dua tahun tidak dilaksanakan, dan ini kesempatan kita kembali dilaksanakan Festival Danau Sentarum di Lanjak Kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu, untuk menampilkan dan mempromosikan kekayaan alam, adat istiadat serta budaya di Kapuas Hulu," ujarnya kepada wartawan, Kamis 1 Desember 2022.
Fransiskus Diaan juga menjelaskan bahwa, saat penyambutan kedatangan rombongan ke tempat festival danau Sentarum di Lanjak Batang Lupar, menggunakan tiga prosesi adat yaitu Melayu, Dayak Iban dan Tamambaloh.
"Maka momentum Festival Danau Sentarum menunjukkan keberagaman budaya dan istiadat selalu kompak untuk segala kegiatan termasuk, mensukseskan festival danau Sentarum," ucapnya.
• Cara Menggunakan Aturan Sepertiga dan Rasio Emas dalam Fotografi Kembang Api
Selain itu juga momentum peluang bagus untuk pembangunan UMKM di Kabupaten Kapuas Hulu, melalui pameran yang dilaksanakan.
"Jadi akan membantu masyarakat kita pelaku UMKM, dengan harapan kedepan menjadi lebih baik," ungkapnya.
Koordinator Strategi dan Komunikasi Wisata Alam, Budaya dan Buatan, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Firnandi Ghufron, menyatakan kalau pihaknya sangat mendukung atas terselenggaranya Festival Danau Sentarum ini.
"Ujung dari kegiatan ini adalah kebangkitan ekonomi, saya melihat UMKM disini kualitas dan produksinya sudah bagus, dan harapan tahun depan Festival Danau Sentarum bisa dilaksanakan lebih baik, dan bisa diadakan bertepatan dengan momentum libur bersama," ujarnya.
Ditanya soal dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terhadap festival danau Sentarum, Ghufron mengakui saat ini pihaknya masih mengalami kendala, karena adanya refocusing untuk penanggulangan Covid-19 dan kenaikkan BBM.
"Namun kita berkomitmen mendukung kedepan dan setelah ini kami dan Pemkab Kapuas Hulu akan melakukan evakuasi ada untuk perbaikan event Festival Danau Sentarum kedepannya," ungkapnya.
• Bagaimana Cara Mengukur Rasio Pembesaran pada Kamera Canon?
Dukung Festival
Pelaksanaan Festival Danau Sentarum (FDS) di Wilayah Kapuas Hulu menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.
Kegiatan Festival Danau Sentarum diselenggarakan di wilayah Danau Sentarum kecamatan Lanjak, Batang Lupar, Kabupaten Kapuas hulu, Kalimantan Barat.
Dengan didukung dukungan semua pihak termasuk dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan pihak Pihak NGO atau Organisasi Non Pemerintah/ORNOP.
Kegiatan Festival Danau Sentarum bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata di Kapuas Hulu dengan menampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya mengedepankan kearifan lokal, dan pameran hasil kerajinan kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Program Tropical Forest Conservaction Act (TFCA) Kalimantan merupakan program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat.
Dan bermitra dengan The Nature Conservancy (TNC) dan World Wildlife Fund For Nature-Indonesia (WWF) dimana Yayasan KEHATI sebagai Administrator yang menyalurkan hibah dari skema pengalihan utang untung konservasi hutan.
Sejak tahun 2014, TFCA Kalimantan telah berkegiatan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.
Meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekitar hutan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Melaksanakan kegiatan untuk mengurangi emisi dan deforestasi dan degradasi hutan, serta penyebaran ide dan berbagi pengalaman dan pembelajaran tentang konservasi hutan.
Saat ini terdapat 24 mitra, dari siklus 1 sampai dengan siklus 5 yang telah berkegiatan di Kapuas Hulu.
Keikutsertaan TFCA Kalimantan pada penyelenggaranaan Festival Danau Sentarum di tahun 2022 yang diselenggarakan dari tanggal 1- 4 Desember 2022 di Lanjak.
Dengan tema Lestarikan adat budaya dan alam atmosfer ekosistem di Betung Kerihun Danau Sentarum selain menjadi salah satu penanggungjawab pada even penyelenggaraan parade minum madu sebanyak 3500 cangkir khusus dari bambu,
Selain itu juga dengan mengikuti pameran produk unggulan dari mitra siklus 5 di antaranya;
- LPHD Mentari Kapuas dengan produk Madu hutan alam yang telah dikemas dalam berbagai ukuran
- LPHD Bahenap dengan produk kopi Bahenap produk unggulan dari jenis kopi robusta
- PRCF yang akan memamerkan produk produk bambu sriwangi dan juga informasi terkait Imbal Jasa Ekosistem
- SIPAT dengan produk andalan Selai dan Sirup Tengkawang, produk butter tengkawang dan hasil kerajinan anyaman rotan dari masyarakat adat Sungai Utik
- INDECON dengan informasi kegiatan penguatan daya saing ekowisata di Kapuas Hulu
- IPB dengan informasi kegiatan penelitian dan konservasi Lutung Sentarum
- LPHD Bumi Lestari dengan produk olahan dari Ikan dalam bentuk abon dan kerupuk