Stok Beras Dipastikan Berlebih, Kok Pemerintah Malah Buka Keran Impor Bulog?

Kini pemerintah telah terlanjur membuka keran Impor beras yang izin tersebut diberikan kepada Perum Bulog.

Tayang:
Editor: Rizky Zulham
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Ilustrasi gudang beras. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kini pemerintah telah terlanjur membuka keran Impor beras yang izin tersebut diberikan kepada Perum Bulog.

Setelah izin dikeluarkan, kini Badan Pusat Statistik BPS buka suara soal stok beras negara saat ini sedang surplus atau berlebihan.terkait kisruh data stok beras antara Badan Pangan Nasional Bapanas, Perum Bulog, dan Kementerian Pertanian Kementan.

Adapun data BPS menjadi acuan Kementan yang menyebut stok beras nasional cukup, bahkan surplus.

Sementara menurut Bapanas dan Bulog, stok beras di gudang Bulog justru menipis.

Polemik Data Pangan Tuntas! Kini Bulog Resmi Dapat Izin Impor Beras dari Pemerintah

Hal ini pula yang membuat munculnya rencana impor beras lewat Bulog untuk memenuhi pasokan cadangan beras pemerintah (CBP).

Dan kini rencana impor itu telah disetujui pemerintah.

Menurut data Bulog, saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog sebanyak 594.856 ton, terdiri dari 426.573 ton beras CBP dan 168.283 ton beras komersil.

Jumlah beras CBP itu masih jauh dari yang ditargetkan pemerintah sebesar 1,2 juta ton.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Muhammad Habibullah mengatakan, terdapat perbedaan penghitungan stok beras antara BPS-Kementan dan Bulog-Bapanas.

Ia bilang, BPS menghitung berdasarkan data dari produksi gabah atau beras secara nasional.

Menurut data luas panen dan produksi padi yang dirilis BPS pada Oktober 2022, total luas panen padi 2022 diperkirakan mencapai 10,61 juta hektar atau naik 1,87 persen dari 2021.

Dari luas panen tersebut, diperkirakan total produksi padi mencapai 55,67 juta ton gabah, meningkat 2,31 persen dari 2021.

Jika dikonversi, produksi beras diproyeksi mencapai 32,07 juta ton, meningkat 2,29 persen dari produksi tahun lalu.

Habibullah bilang, berdasarkan penghitungan BPS, dengan konsumsi beras nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, maka produksi beras dalam negeri tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, bahkan surplus.

"Kalau lihat dari data yang dihasilkan oleh BPS, dengan perkiraan konsumsi 2,5 juta ton per bulan, pada bulan-bulan tertentu itu surplus terutama di bulan panen, maka kalau kami lihat (stok beras) akumulasi se-Indonesia, kurang lebih akan sekitar 1,7 juta ton surplusnya," jelasnya saat ditemui di Jakarta, dikutip Rabu 30 November 022.

Keputusan Jokowi soal Rencana Bulog Impor Beras Demi Jaga Stok Pangan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved