Kabar Artis

Terjawab Konsep Pernikahan Erina Gudono dan Kaesang Pangare yang Akan Menjadi Pesta Rakyat

Art Director Asmoro Dekorasi, Pandji Vasco Dagama, membocorkan konsep dekorasi pada upacara adat ngunduh mantu Kaesang dan Erina

TRIBUNPONTIANAK- INSTAGRAM
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Foto Wedding Lagi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Jelang pernikahan Erina Gudono dan Kaesang Pangarep tampaknya sudah mendekati hari H.

Segala rangkaian hingga konsep pernikahan juga akan mewarnaik pernikahan mereka nantinya.

Apalagi, pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi ini akan menjadi Pesta Rakyat dan digelar secara terbuka.

Diketahui pula pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono akan dilaksanakan pada 10 Desember mendatang.

Sehari setelahnya, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono lanjut menggelar acara ngunduh mantu.

Komen Nyeleneh Kaesang Pangarep di IG Erina Gudono, Akibat Foto Prewedding yang Tak Kunjung Usai

Untuk acara ngunduh mantu, Asmoro Dekorasi dipercaya untuk mempercantik lokasi acara.

Art Director Asmoro Dekorasi, Pandji Vasco Dagama, membocorkan konsep dekorasi pada upacara adat ngunduh mantu Kaesang dan Erina yang akan digelar di Loji Gandrung.

Pandji mengatakan, dekorasi yang dipilih adalah tema Mataram Islam karena mempelai adalah orang asal Solo dan Yogyakarta.

Pihaknya akan membuat beberapa ornamen yang khas dengan Mataram Islam Yogyakarta dan Solo. Salah satu ornamen penting yang akan digunakan adalah mrajak sewu.

“Kami bikin satu visual di antaranya mrajak sewu. Ini kita ambil dari konsep berdirinya Kerajaan Mataram Islam,” kata Pandji, Selasa 29 November 2022, seperti dikutip dari Kompas.com.

Mrajak sewu adalah ornamen yang berbentuk punden, dibuat dari daun jati, kepala cengkir gading, bambu, dan cabai yang masing-masingnya memiliki makna mendalam.

Dua Orang Menteri Jadi Saksi Pernikahan Erina Gudono dan Kaesang Pangarep

"Daun jati yang kami imajinasikan sebagai daun jati dari alas Donoloyo. Di mana di situ berdirinya Keraton Jogja dan Keraton Solo."

"Kalau untuk cengkir gading itu adalah sebuah filosofi kencenge pikir bahwa ini kegiatan yang memang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan sudah dipertimbangkan,” jelas Pandji.

“Kemudian, ada mrajak sewu bambu dan lombok sebagai identifikasi dari sebuah hajatan di mana kami memohon kepada alam agar mendukung semua kegiatan ini," lanjut dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved