Waspada Polio, Kadiskes Pontianak Minta Bayi dan Balita Segera Imunisasi Polio

Kendati belum ada temuan kasus di Kalbar, namun langkah-langkah antisipasi tetap gencar dilakukan. Terlebih, cakupan imunisasi polio di Kalbar belum m

Tayang:
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YOUTUBE
Ilustrasi polio. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr Saptiko meminta masyarakat untuk segera imunisasi polio pada bayi dan balita. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Kesehatan RI menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul temuan kasus infeksi polio di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Dengan adanya penetapan status KLB polio tersebut, semua daerah termasuk Kalimantan Barat (Kalbar) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan akan penyebaran polio.

Kendati belum ada temuan kasus di Kalbar, namun langkah-langkah antisipasi tetap gencar dilakukan. Terlebih, cakupan imunisasi polio di Kalbar belum mencapai target nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr Saptiko menyampaikan, terdapat tiga langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan capaian imunisasi polio di Kota Pontianak.

"Pertama adalah sosialisasi lebih kuat kepada masyarakat akan bahaya penyakit polio dan manfaat imunisasi. Kedua, melakukan kegiatan imunisasi polio di seluruh posyandu dan kelompok penimbangan dan ketiga, melakukan imunisasi polio di seluruh fasilitas kesehatan, baik negeri dan swasta," jelasnya pada Minggu 27 November 2022.

Berikut Langkah Dinkes Kota Pontianak Tingkatkan Capaian Imunisasi Polio

Imunisasi Polio Belum Capai Target, Kadiskes Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Dampak dari penyakit polio bisa berakibat fatal terhadap kesehatan tubuh. Dirinya berharap agar semua masyarakat bisa mendukung upaya yang dilakukan tersebut.

Saptiko juga mengimbau agar bayi dan balita segera imunisasi polio di fasilitas kesehatan terdekat. Menurutnya, imunisasi adalah cara paling efektif untuk mencegah polio.

"Diharapkan untuk mencegah penyakit polio yang menyebabkan anak bisa lumpuh, maka diimbau masyarakat yang memiliki bayi dan balita untuk melakukan imunisasi polio di posyandu atau fasilitas kesehatan. Dan cara yang efektif mencegah penyakit polio adalah dengan mendapatkan imunisasi," jelasnya.

Cakupan imunisasi polio di Kalbar di bawah rata-rata

Di lain sisi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Hary Agung mengimbau kepada seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran polio di Kalbar.

Pasalnya, jika dilihat berdasarkan data tahun 2022, sampai akhir Oktober atau laporan awal November 2022 terdapat beberapa kabupaten/kota di Kalbar yang cakupan imunisasi Oral Polio Vaccine (OPV) lengkap dan Inactivated Polio Vaccine (IPV) masih di bawah rata-rata.

Di antaranya Kota Singkawang, dengan cakupan imunisasi OPV4 36,6 persen dan IPV 31,1 persen. Kota Pontianak cakupan imunisasi OPV4 54,9 persen dan IPV 48,6 persen. Kayong Utara cakupan imunisasi OPV4 56,2 persen dan IPV 41,6 persen. Mempawah cakupan imunisasi OPV4 56,6 persen dan IPV 38,7 persen.

“Jadi ini kabupaten/kota yang harus mendapat perhatian. Mohon untuk melakukan respons bagaimana meningkatkan cakupan imunisasi polio dan imunisasi dasar lengkap lainnya,” kata Kadiskes Hary Agung, Minggu 27 November 2022.

Kadiskes menambahkan, selain itu, ada juga kabupaten/kota yang cakupan imunisasi OPV dan IPV sudah memenuhi target. Yakni, kabupaten Landak dengan cakupan imunisasi OPV4 88 persen dan IPV 92,7 persen.

Kabupaten Sambas imunisasi OPV4 83 persen dan IPV 77,8 persen. Kabupaten Sekadau imunisasi OPV 88,9 persen dan IPV 59,6 persen.

“Saya kira semua kabupaten harus sama-sama berupaya meningkatkan cakupan imunisasi polio, dan sampai akhir tahun mudah-mudahan kita bisa mencapai target yang telah ditetapkan secara nasional,” katanya.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved