BMKG: Ada Potensi Cuaca Ekstrem di Sintang Hingga 30 November, 2 Kecamatan Status Waspada

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian, Supriandi mengatakan berdasarkan prakiraan peluang curah hujan dasarian III (tanggal 21 s/d 30) Novembe

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Agus Pujianto
Warga melewati genangan air di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo pada Kamis 24 November 2022 dengan menggunakan perahu akibat banjir luapan sungai. Meski debit air mengalami penurunan sejak dua hari terakhir, sejumlah ruas jalan dan pemukiman yang berada di bantaran sungai masih terendam. Akibatnya, aktivitas, transportasi dan perekonomian warga terganggu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian, Supriandi mengatakan berdasarkan prakiraan peluang curah hujan dasarian III pada 21 hingga 30 November 2022, terdapat indikasi potensi curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Sintang

“Perlu diwaspadai juga potensi petir dan angin kencang berdurasi singkat yang menyertai hujan,” kata Supriandi, Kamis 24 November 2022. 

Bertahan Sebulan di Panggung, Omzet Turun 70 Persen Akibat Banjir di Sintang

Mendagri Ajak Kepala Daerah Bantu Korban Gempa Cianjur, Bupati Sintang: Kita Hitung Dulu

Menurut Supriandi, dampak akibat potensi terjadinya hujan lebat yaitu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, ataupun tanah longsor.

“Adapun wilayah yang diprakirakan berpotensi terjadi hujan lebat dan memicu terjadinya bencana hidrometeorologi adalah Dedai dan Kayan Hilir status waspada,” jelasnya. 

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mendorong para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana hidrometeorologi khususnya di wilayah Kabupaten Sintang

Hingga saat ini, bencana alam banjir masih melanda sejumlah kecamatan di Sintang masih belum surut sepenuhnya. Meski debit air mengalami penurunan sejak dua hari terakhir, sejumlah ruas jalan dan pemukiman yang berada di bantaran sungai masih terendam. Akibatnya, aktivitas, transportasi dan perekonomian warga terganggu.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved