BIMP EAGA
Hasil Pembahasan National Secretariat Meeting BIMP-EAGA, Ini Pembahasan Prioritas Indonesia
"Jadi semuanya difinalisasi dalam pertemuan National Secretariat pada hari ini, yang dibahas mencakup terkait dengan logistiknya, rundown acara, terka
Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Subregional sekaligus Ketua National Secretariat Indonesia, Netty Muharni, memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil pembahasan National Secretariat Meeting, di Ballroom Meranti 1 Mercure Hotel Pontianak. Rabu, 23 November 2022.
Ia mengatakan, National Secretariat Meeting ini adalah pertemuan untuk memfinalisasi kesiapan-kesiapan baik logistik maupun subtansi pembahasan BIMP-EAGA 2022 selama 4 hari di Kota Pontianak.
"Ini lebih untuk memfinalisasi maupun kesiapan-kesiapan baik logistik maupun substansi untuk selama rangkaian pertemuan yang akan berlangsung selama 4 hari kedepan," ucap Netty Muharni.
"Jadi semuanya difinalisasi dalam pertemuan National Secretariat pada hari ini, yang dibahas mencakup terkait dengan logistiknya, rundown acara, terkait dengan substansi apa yang akan dibahas, dan juga kira-kira apa nantinya di design hasil pertemuan yang diharapkan," jelasnya.
• Ada 7 Isu Strategis di BIMP EAGA Ke-25, Ini Hal Paling Mendesak Menurut Pengamat Ekonomi Pontianak
Lebih-lebih lanjut, ia mengatakan pertemuan BIMP-EAGA ini memiliki substansi pembahasan kerjasama yang sangat luas, mulai dari kerjasama konektivitas, pertanian, pariwisata, sumberdaya manusia, maupun lingkungan.
"Sebenarnya kerjasama ini sangat luas, kerjasama ini ada beberapa area yang dibagi ke beberapa claster, ada claster connectivity, claster pertanian, ada juga pariwisata, ada sumberdaya manusia, kemudian ada yang lingkungan," ucapnya.
"Untuk claster connectivity sendiri dibagi lagi menjadi fasilitasi perdagangan dan investasi, kemudian energi dan sumber kelistrikan, kemudian ada digital ICT (Information and Communications Technology), kemudian transportasi perhubungan."
"Jadi itu kira-kira semua area yang dibahas dalam kerjasama BIMP-EAGA ini," tegasnya.
Khusus untuk Indonesia, dalam pertemuan BIMP-EAGA ini para delegasi akan membawa pembahasan prioritas seperti persoalan konektivitas.
"Di Indonesia sendiri kita punya kepentingan untuk konektivitas, terutama di wilayah kalau kita BIMP-EAGA ini adalah di 15 Provinsi yang ada di pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tentu kita punya kepentingan besar agar wilayah ini punya konektivitas yang lebih baik kedepannya," tegasnya.
• BIMP EAGA Ke-25 di Pontianak Bakal Bahas 7 Isu Strategis, Apa Aja?
Selain persoalan konektivitas, prioritas berikutnya adalah seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, maupun keuangan dan ekonomi.
"Kita juga punya kepentingan untuk isu-isu yang sedang menjadi perhatian global, seperti isu ketahanan pangan, ketahanan energi, isu-isu keuangan juga, ini juga dibahas dalam kerjasama ini," ucapnya.
"Misalnya di wilayah BIMP-EAGA ini juga merupakan lumbung pangan sebenarnya, potensi pertaniannya sangat besar nah ini bagaimana dalam kerjasama ini kita bahas bersama bagaimana BIMP-EAGA ini bisa berkontribusi terhadap ketahanan pangan di kawasan maupun di sub kawasan."
"Kemudian untuk energi juga punya potensi yang besar, kita sedang bagaimana mengupayakan renewabel energi, transisi energi yang lebih terbarukan."
"Nah terutama di wilayah Kalimantan ini punya hydropower yang cukup baik, ini bagaimana dikerjasamakan dengan negara tetangga, misalnya Sabah, Serawak, ada yang sudah berjalan kerjasama kelistrikannya ada yang masih pembahasan," tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Netty-Muharni-23453ewsd.jpg)