13.758 Warga Kota Sintang Terdampak Banjir

"Kondisi air beberapa hari ini naik, ya. Saya berharap sih surut. Kita berharap tidak banjir tidak sebesar tahun lalu. Karena dampaknya mengganggu akt

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Camat Sintang, Tatang Supriyatna mengungkapkan data terbaru warga terdampak banjir di Sintang melanda 26 desa dan kelurahan. Berdasarkan data yang dihimpun Kecamatan Sintang, banjir luapan sungai kapuas dan melawi berdampak pada 3.912 kepala keluarga atau 13.758 jiwa tersebar di 16 kelurahan dan 10 desa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Camat Sintang, Tatang Supriyatna mengungkapkan data terbaru warga terdampak banjir di Sintang melanda 26 desa dan kelurahan.

Berdasarkan data yang dihimpun Kecamatan Sintang, banjir luapan sungai kapuas dan melawi berdampak pada 3.912 kepala keluarga atau 13.758 jiwa tersebar di 16 kelurahan dan 10 desa.

"Banjir terdampak sudah 26 desa dan kelurahan 16 kelurahan 10 desa, dengan korban terdampak 3912 kk, atau 13758 jiwa," kata Tatang, Selasa 22 November 2022.

Kondisi terkini, debit muka air luapan sungai kapuas dan melawi masih mengalami kenaikan akibat kiriman air dari perhuluan sungai dan curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.

"Kondisi air beberapa hari ini naik, ya. Saya berharap sih surut. Kita berharap tidak banjir tidak sebesar tahun lalu. Karena dampaknya mengganggu aktivitas masyarakat," harap Tatang.

25 Desa dan Kelurahan di Kota Sintang Terdampak Banjir, Jalan dan Pemukiman Terendam

Meski banjir belum sebesar tahun, namun banjir tahun ini kata Tatang rentang waktunya lebih panjang.

Sebagaimana diketahui, banjir mulai merendam Sintang sejak Oktober 2022. Banjir sempat surut pada awal November dan status tanggap darurat bencana banjir dicabut. Namun, air kembali naik hingga saat ini.

"Banjir tahun ini rentangnya lebih panjang dari tahun lalu, memang ketinggian belum mencapai tahun lalu," ungkapnya.

Banjir Mulai Ganggu Pelayanan Pemerintah Kepada Masyarakat di Sintang

Saat ini, ketersediaan logistik di lumbung sosial tidak ada stok sembako. Sebab sudah habis disalurkan pada banjir gelombang pertama.

"Bantuan yang gelombang kedua, kami juga masih menunggu arahan dari pemkab sintang. Awal november sudah sempat surut dan satgas sempat satgas sempat dinonaktifkan. Air naik kembali mungkin minggu depan akan rapat, apakah dipandang perlu untuk satgas diaktifkan kembali. Kami terus mendata walaupun satgas non aktif, kita data, kami harap segera disalurkan bantuan kepad warga terdampak. Lumbung sosial saat ini belum ada penambahan masih ada stok yang tersedia, belum bisa kita saulurkan karena memang kalau sifatnya makanan sudah tidak ada lagi, tinggal yang berupa peralatan, pakaian, itupun terbatas," jelas Tatang. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved