Profil Lengkap dan Perjalanan Karir Caecilia Terry Duta HIV AIDS 2022 Kalimantan Barat

Tak heran putri dari pasangan Yakobus Tefa dan Raden Rara Sri Haryanti sangat mengidolakan Raisa dan Maudy Ayunda.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Caecilia Terry merupakan Juara 1 pada ajang pemilihan Duta HIV AIDS Kalimantan Barat Tahun 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Caecilia Terry merupakan Juara 1 pada ajang pemilihan Duta HIV AIDS Kalimantan Barat Tahun 2022.

Sebelum terpilih menjadi duta HIV AIDS Kalbar, Caecilia memiliki sederet prestasi seperti Juara 1 Putri Borneo Etnik di Pontianak Tahun 2019.

Prestasi lain yang pernah diraih gadis kelahiran Pontianak, 14 Mei 2003 ini diantaranya Finalis FLS2N SD Tingkat Nasional di Semarang tahun 2014, Finalis FLS2N SMP Tingkat Nasional di Surabaya Tahun 2017, Gold Camphion Paduan Suara Gregorian Anak dan Remaja, Pesparani I di Ambon tahun 2018 dan Juara 3 FLS2N Tingkat Nasional di Lampung Tahun 2019.

Mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Universitas Tanjung Pura Pontianak yang mengambil Fakultas Kedokteran atau pendidikan dokter ini memiliki hobi bernyanyi.

Jadi Duta HIV AIDS Kalbar 2022, Ini Program Bertajuk Sosial Media Milik Caecilia Terry

Caecilia Terry Beberkan Tips Jadi Duta HIV AIDS Kalbar, Ternyata Tak Hanya Andalkan Fisik Lho!

Tak heran putri dari pasangan Yakobus Tefa dan Raden Rara Sri Haryanti sangat mengidolakan Raisa dan Maudy Ayunda.

Pada Oktober 2022, Caecilia mencoba hal baru dengan mengikuti pendaftaran pemilihan Duta HIV AIDS dan mengikuti proses seperti photoshoot dan prestest.

Ia yang mendaftar di gelombang awal mengikuti pre test online. Berbagai persiapan pun ia lakukan, ia lebih banyak mencari referensi tentang HIV AIDS, latihan public speaking dan catwalk di rumah dan latihan vokal untuk uji bakat.

"Kenapa tertarik, karena dalam ajang ini, bukan hanya semata-mata fisik yang dinilai. Namun ada bakat, kemampuan public speaking dan juga ada presentasi program.
Nah, ketika dinyatakan sebagai pemenang, maka saya juga bisa memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat khususnya kaum remaja di Kalbar," ujarnya.

Asah Kemampuan Public Speaking, Tak Hanya Andalkan Fisik

Untuk menjadi duta diakui Caecilia membutuhkan kemampuan public speaking yang baik.

Selain bagaimana ketika berbicara, seorang duta kata dia harus dapat menarik perhatian banyak orang untuk mendengarkannya saat berbicara.

"Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, terutama di bidang public speaking. Disini aspek kemampuan berkomunikasi kita sangat diuji, jadi tidak hanya andalkan fisik," ujarnya Jumat 18 November 2022.

Selama proses seleksi, peserta mendapatkan 4 materi yang diberikan oleh narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya.

Materi tersebut terkait HIV AIDS, Narkoba, Public Speaking dan Personal Branding. Selain itu kita juga ada uji bakat, wawancara, focus group discussion, presentasi program dan kelas koreografi.

"Selain itu, karena ini adalah duta HIV AIDS, yang dimana itu ada sebuah penyakit yang serius, maka seorang duta perlu memiliki pengetahuan yang memadai terkait HIV AIDS ini," ujarnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved