Khazanah Islam

Contoh Praktik Toleransi Nabi Muhammad SAW pada Orang di Luar Islam

Toleransi juga dipraktikkan pada masa-masa setelah Rasulullah SAW yaitu pada saat Islam berkembang ke berbagai penjuru dunia melalui para penguasa

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Tangkapan Layar
Foto Ilustrasi Sikap Toleransi dalam Islam yang termuat di dalam Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayan dan Ristek tahun 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Toleransi dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat semenjak awal.

Banyak praktik toleransi yang bisa kalian pelajari pada masa itu.

Toleransi juga dipraktikkan pada masa-masa setelah Rasulullah SAW yaitu pada saat Islam berkembang ke berbagai penjuru dunia melalui para penguasa Islam di setiap zamannya.

Dengan mempelajari praktik toleransi sepanjang sejarah Islam, diharapkan semua menjadi terinspirasi untuk mengembangkan kehidupan yang toleran

sehingga mampu menghargai dan menghormati ragam perbedaan dan kemajemukan.

Pengertian Toleransi Materi Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka

Berikut ini disajikan contoh-contoh toleransi yang dipraktikkan umat Islam saat Nabi Muhamad.

Nabi Muhammad SAW tidak memaksa Abu Talib memeluk Islam

Abu Talib adalah paman Nabi Muhammad SAW yang mengasuh Nabi Muhammad SAW semenjak berusia delapan tahun.

Pada saat Nabi Muhammad mendakwahkan Islam, Abu Talib menjadi pelindung dan pembela beliau.

Meskipun demikian Abu Talib tetap memeluk agama nenek moyangnya.

Hingga meninggal dunia, Abu Talib tetap pada agama yang dipeluknya.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah memaksa pamannya itu untuk memeluk agama Islam.

Sebagai seorang nabi, Muhammad SAW hanya mendakwahkan risalah yang diamanahkan kepadanya.

Nabi Muhammad menghormati pilihan pamannya itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved