Plt Kepala BKKBN Kalbar Beri Dukungan Pada Forum G20 Untuk Sukseskan Pemulihan Ekonomi

"Kita menunjukkan bahwa Indonesia itu mampu untuk mengendalikan dan mensukseskan beberapa bencana seperti Covid-19, pemulihan ekonomi nasional melalui

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Muhammad Rokib
Kebersamaan BKKBN Provinsi Kalbar melaksanakan senam sehat di halaman kantor BKKBN Kalbar, Jalan Sungai Raya Dalam, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat 11 November 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Muslimat, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung forum G20 dalam rangka untuk mensukseskan pertumbuhan penduduk yang seimbang dengan melibatkan mitra-mitra kerja BKKBN, anak generasi remaja, dan OPDKB.

"Kita menunjukkan bahwa Indonesia itu mampu untuk mengendalikan dan mensukseskan beberapa bencana seperti Covid-19, pemulihan ekonomi nasional melalui peran masyarakat dan anak-anak generasi remaja ini," ujarnya pada Jumat 11 November 2022.

"Terutama dalam menurunkan angka stunting di Kalbar yang saat ini berada di angka 29,8 persen dan Indonesia berada di angka 24,4 persen," ucapnya.

"Dalam pengendalian dan penurunan stunting, tentu tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan diperlukan kolaborasi dan melibatkan semua komponen mulai dari tingkat pusat hingga tingkat ke paling bawah," imbuhnya.

Pemprov Kalbar Lakukan Pertemuan Persiapan Liaison Officer (LO) Menyambut Delegasi PTM BIMP-EAGA

Untuk itu, dirinya berharap dengan digelarnya forum G20 bisa memberikan semangat dan membawa dampak positif bagi Indonesia khususnya bagi Kalbar

Seperti diketahui, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung di Indonesia pada tahun 2022 ini.

G20 tahun ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk mensukseskan pertumbuhan penduduk seimbang untuk menyosongkan Indonesia Maju. 

Forum G20 ini juga berkaitan dengan peran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menuju penduduk yang tumbuh seimbang yang memang diamanahkan oleh Presiden.

Pasalnya pada KTT G20 ini akan membahas tentang ekonomi, sosial, budaya dan juga kesehatan.

Di sektor kesehatan, ada tiga hal yang akan dibahas yakni sistem ketahanan kesehatan global, harmonisasi standar protokol kesehatan global dan pengembangan pusat studi serta manufaktur untuk pencegahan, persiapan dan respons terhadap krisis kesehatan yang akan datang.

Tak terlepas pada G20 inj juga berkaitan dengan Kependudukan keluarga Berencana untuk pertumbuhan penduduk seimbang. Dalam hal ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dipercaya sebagai koordinator dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

"Peran BKKBN menuju penduduk yang seimbang tentunya dengan G20 ini diharapkan bisa semakin disuarakan lebih mengglobal," kata Inspektur Wilayah I BKKBN Maria Vianney Chinggih Widanarto.

"Peran strategis BKKBN ini bisa digaungkan  lebih menggema lagi. Karena kita tahu, bahwa BKKBN dianggap berhasil ketika kita sudah berhasil menurunkan masalah TFR menjadi 2 persen, itu sudah luar biasa," imbuhnya, Sabtu 12 November 2022.

Jadi Tuan Rumah BIMP EAGA Ke-25, Ini Pantai yang Bakal Dipromosikan Gubernur Kalbar

Untuk itu, menurut Chinggih Widanarto, forum G20 ini menjadi momentum strategis. Apalagi BKKBN ditunjuk sebagai koordinator penanganan penurunan stunting oleh Presiden,  tentu menurut dia, hal ini tidak mudah. Akan tetapi hak itu bukan berarti tidak bisa ditempuh.

"Makanya kami di seluruh Indonesia diperintahkan untuk bisa mewujud nyatakan konfergensi atau kerjasama. Sehingga tugas berat sekaligus menjadi tantangan bersama bagaimana BKKBN bisa mewujudkan konfergensi terutama dalam penanganan stunting," ujarnya.

Chinggih Widanarto juga menyebutkan, saat ini lersoalan penduduk di Indonesia selain stunting juga bonus demografi. Pasalnya, bonus Demografi ini berkaitan erat dengan generasi muda bangsa.

"Bonus demografi bisa diraih ketika angkatan muda mempunyai potensi sebagai sumber daya manusia yang berpotensi untuk membangun bangsa ini. Untuk itu, BKKBN berperan penting dalam mempersiapkan keluarga yang berkualitas sehingga bonus demografi itu bisa kita raih," ungkapnya.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved