Khazanah Islam

Bacaan Niat, Doa, dan Tata Cara Mengamalkan Shalat Tasbih

Shalat Tasbih adalah shalat sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Kalau melakukan shalat sunah tasbih di siang hari, hendaklah dikerjakaan 4 rakaat

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK
Shalat Tasbih adalah shalat sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - shalat tasbih merupakan shalat Sunnah yang di dalamnya pelaku salat akan membaca kalimat tasbih.

Kalimat tasbih tersebut berbunyi "Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar" sebanyak 300 kali.

Shalat Tasbih adalah shalat sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Kalau melakukan shalat sunah tasbih di siang hari, hendaklah dikerjakaan 4 rakaat dengan satu salam.

Sementara jika melakukan shalat sunah tasbih pada malam hari, hendaklah 4 rakaat dikerjakaan dengan dua salam (masing-masing dua rakat dengan satu salam).

Hukum, Niat, Waktu dan Tata Cara Mendirikan Shalat Dhuha

Shalat Tasbih tidak disunahkan secara berjamaah oleh karena itu shalat tasbih dikerjakan sendirian.

Niat salat tasbih 4 rakaat sekali salam adalah sebagai berikut.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi arba‘a rak‘ātin lillāhi ta‘ālā.
Artinya,

“Aku menyengaja salat sunah tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala.”

Niat salat tasbih 4 rakaat dua kali salam adalah sebagai berikut.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnat tasbīhi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tasbih dua rakaat karena Allah SWT".

  • Tata Cara Solat Tasbih

Shalat tasbih berjumlah 4 rakaat.

Jika dilakukan siang hari maka dikerjakan 4 rakaat sekali salam.

Sedangkan jika dilakukan malam hari, dikerjakan 4 rakaat dua kali salam.

Shalat tasbih dikerjakan sama dengan shalat lainnya.

Namun, pada shalat tasbih dibaca kalimat tasbih pada masing-masing rakaat sebanyak 75 kali.

Keutamaan dan Manfaat Sedekah Bagi Diri Sendiri dan Masyarakat Sekitar

Berikut tata cara shalat tasbih:

1. Niat dan Takbiratul Ihram

2. Membaca Surat Alfatihah dan Surat Pendek (lalu membaca kalimat tasbih 15 kali sebelum rukuk)

3. Rukuk (membaca kalimat tasbih 10 kali sebelum i'tidal)

4. I'tidal (membaca 10 kali kalimat tasbih sebelum sujud kedua)

5. Sujud (membaca 10 kali kalimat tasbih sebelum duduk antara dua sujud)

6. Duduk Antara Dua Sujud (membaca 10 kali kalimat tasbih sebelum sujud kedua)

7. Sujud Kedua (membaca 10 kali kalimat tasbih)

8. Duduk istirahat sebelum berdiri untuk rakaat kedua (membaca 10 kali kalimat tasbih)

Setelah itu pada rakaat kedua dilakukan seperti pada rakaat pertama.

Bedanya, pada rakaat kedua, 10 kali kalimat tasbih dibaca setelah doa tahyat akhir atau sebelum salam.

Doa Setelah Solat Tasbih

Setelah selesai menjalankan salat Tasbih, kita dianjurkan untuk membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَك،

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِي عَنْ مَعَاصِيكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِك عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاك وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْك حَتَّى أَخْلُصَ لَك النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُونَ أُحْسِنَ الظَنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّورِ. ا هـ وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النُّورِ

Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a‘mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfâna ahlil ‘ilmi hattâ akhâfak.

Allâhumma innî as’aluka makhâfatan tahjizunî ‘an ma‘âshîka hattâ a‘mala bi thâ‘atika ‘amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ’an minka wa hattâ atawakkala ‘alaika fil ’umûri kullihâ wa hattâ akûna ’uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr (lain riwayat khâliqin nâr).

Artinya, “Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu.

Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya (lain riwayat, Pencipta api).”

Simak Berita terkait Khazanah Islam Tribun Pontianak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved