Balitbang Provinsi Lakukan Kajian Pengembangan Pendidikan Vokasi Tekan Angka Pengangguran

“Tujuan penelitian ini salah satunya untuk mengtahui faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tribun Pontianak
Dr Herkulana Mekarryani Kepala Balitbang Prov Kalbar berdialog di Tripon Cast Tribun Pontianak yang di pandu oleh host Rizki Fadriani. Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat, 5 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Balitbang Provinsi Kalimantan Barat melakukan Kajian Pengembangan Pendidikan Vokasi dalam rangka mendukung penekanan tingkat pengangguran tahun anggaran tahun 2022.

Sustainable Development Goals (SDGs) pada aspek ke 8 tentang pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi menekankan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif dapat mendorong kemajuan, menciptakan lapangan kerja yang layak untuk semua dan meningkatkan standar hidup.

Sejalan dengan SDGs tersebut, pembangunan manusia sebagai fokus dan sasaran akhir dari seluruh kegiatan pembangunan, meliputi tercapainya penguasaan atas sumber daya (pendapatan untuk mencapai hidup layak), peningkatan derajat kesehatan (usia hidup panjang dan sehat) dan meningkatkan pendidikan.

Maka dari itu, Kepala Badan Litbang Provinsi menyampaikan bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan dan pendapatan merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam peningkatan kualitas hidup.

Litbang Provinsi Lakukan Evaluasi Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting di Kalbar

“Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup di setiap daerah,”ujarnya, Rabu 9 November 2022.

Dikatakannya bahwa IPM dipengaruhi beberapa faktor di antaranya kesehatan, pendidikan, produk domestik regional bruto (PDRB), dan garis kemiskinan.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Tahun 2021 menunjukkan bahwa Kalimantan Barat memiliki IPM 67,90 (kategori sedang).

Rata-rata pengeluaran per kapita Kalimantan Barat tahun 2021 sebesar 8,97 juta rupiah per tahun. Angka ini masih di bawah rata-rata pengeluaran per kapita nasional yaitu sebesar 11,16 juta rupiah.

“Hal ini menggambarkan bahwa Kalimantan Barat masih memerlukan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah pendapatan yang layak. Faktor pendapatan yang layak ini sangat terkait dengan masalah pengangguran,”jelasnya.

Pengangguran merupakan masalah umum bagi seluruh negara di dunia. Tingkat pengangguran yang tinggi berdampak negatif terhadap perekonomian dan sosial masyarakat suatu negara.

Tingginya jumlah pengangguran akan menyebabkan masyarakat tidak dapat mengoptimalkan kesejahteraan, produktivitas dan pendapatan sehingga timbul kemiskinan, kejahatan, dan masalah sosial lainnya.

Ditambah lagi dengan adanya Pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia pada tahun 2020 turut memberikan pengaruh besar pada semua sektor, termasuk pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan banyaknya industri usaha yang mengalami kebangkrutan, sehingga menyebabnya bertambah besarnya jumlah pengangguran.

Herkulana mengatakan Penelitian tentang Kajian Pengembangan Pendidikan Vokasi dalam Rangka Mendukung Tingkat Pengangguran yang dilaksanakan Balitbang merupakan salah satu kegiatan yang didasark oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Selain itu, Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia, Perpres 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, serta Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 114 Tahun 2020 tentang Pengembangan SMK.

“Tujuan penelitian ini salah satunya untuk mengtahui faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Lalu untuk mengetahui pula bentuk kurikulum pendidikan vokasi yang telah di terapkan dalam mendukung penurunan tingkat pengangguran di Kalimantan Barat.

“Juga untuk kita ketahui strategi pengembangan Pendidikan Vokasi untuk menurunkan tingkat pengangguran di Kalimantan Barat,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved