Kadiskes Sambas Sebut Dokter Indonesia Buktikan Kemampuan Hadapi Pandemi

"Dengan terselenggaranya acara kegiatan seminar dengan tema Update Penatalaksanaan dan Preventif Kegawatdaruratan Medis, sekaligus sebagai bentuk memp

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Diskes Sambas
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Urai Hendy Wijaya ketika menghadiri HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-72. Kegiatan itu diselingi seminar dengan tema Update Penatalaksanaan dan Preventif Kegawatdaruratan Medis, di Hotel Pantura Jaya Sambas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Urai Hendy Wijaya, SKM MPH mengatakan di saat masa pandemi telah membuktikan bahwa dokter Indonesia memiliki kemampuan yang membanggakan dalam penanganan covid-19, bahkan di tengah segala keterbatasan.

"Ini menunjukkan bahwa dokter Indonesia memiliki daya saing dengan negara lain, terlebih jika difasilitasi oleh seluruh stakeholder. Selamat ulang tahun ke-72 kepada seluruh keluarga besar IDI," ungkap Urai Hendy Wijaya, Minggu 6 November 2022.

Sebelumnya, dalam rangka memperingati HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-72 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Urai Hendy Wijaya, SKM, MPH membuka secara langsung kegiatan Seminar dengan tema Update Penatalaksanaan dan Preventif Kegawatdaruratan Medis, di Hotel Pantura Jaya Sambas.

"Dengan terselenggaranya acara kegiatan seminar dengan tema Update Penatalaksanaan dan Preventif Kegawatdaruratan Medis, sekaligus sebagai bentuk memperingati hari ulang tahun IDI ke-72 dengan tema berbakti untuk negeri mengabdi untuk rakyat yang jatuh tepatnya 24 Oktober 2022," kata Kadinkes Sambas, Urai Hendy.

Menurutnya, kegiatan seminar seperti itu sangat baik karena menjadi suatu wadah untuk diskusi dan sharing ilmu di dalam keluarga besar IDI Cabang Sambas. Hendy juga menyampaikan perlunya untuk berkolaborasi bersama untuk mencapai taraf hidup sehat yang baik di masyarakat.

Temu Wamendag RI, Bupati Sambas Bahas Potensi Ekspor Impor di Perbatasan Indonesia-Malaysia

"Pemerintah tidak bisa sendiri, butuh gerakan bersama dari seluruh komponen bangsa, termasuk dari IDI. Saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai masalah kesehatan yang sangat mendesak untuk ditangani," jelasnya.

Di tengah upaya penanganan pandemi covid-19, kata dia, pada saat yang sama muncul penyakit hepatitis akut, monkeypox dan yang terbaru gangguan ginjal akut pada anak.

"Kendati sektor kesehatan terus diuji, Indonesia tetap mampu mengatasinya karena memiliki kekuatan berupa modal sosial yang besar serta sistem kesehatan yang kuat," jelasnya.

Hendy juga menyebutkan Pemerintah saat ini sedang menjalankan transformasi kesehatan nasional fokus pada 6 pilar yakni transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.

"Transformasi ini bertujuan untuk memperkuat sistem kesehatan nasional agar lebih bermutu, berkualitas, dan merata dalam melayani masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Mencapai semua itu dibutuhkan bantuan dan dukungan dari seluruh komponen bangsa," ujarnya.

Dia menilai bahwa IDI telah mencatat sejarah panjang dalam jejak perjuangan bangsa dan pengabdian terhadap kemanusiaan.

"Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi para dokter yang telah berjuang di garda depan penanganan Covid-19. Menginspirasi masyarakat untuk ikut bergerak bersama-sama, pantang surut melayani dengan ketulusan," tuturnya.

Lebih jauh lagi, Hendy menjelaskan selama 72 tahun IDI telah konsisten terus meningkatkan harkat dan martabat profesi kedokteran di Indonesia, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Ke depan kita perlu memikirkan upaya pemulihan sistem kesehatan paska pandemi, kembali fokus mengatasi masalah kesehatan lainnya seperti stunting, TBC, dan penyakit lainnya," jelasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved