Khazanah Islam
Apa Arti Ujub? Satu di Antara Sikap yang Bisa Membawa Kehancuran
Jika dipahami secara mendasar, bahwa satu di antara perkara yang bisa menghancurkan adalah membanggakan diri secara berlebihan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berdasarkan Hadist yang Diriwayatkan oleh Ath Tobari Nabi Muhammad SAW bersabda Tiga perkara yang membawa kepada kehancuran.
Tiga perkara tersebut yakni pelit, mengikuti hawa nafsu, dan suka membanggakan diri.
Jika dipahami secara mendasar, bahwa satu di antara perkara yang bisa menghancurkan adalah membanggakan diri secara berlebihan.
Hal tersebut dikenal dengan Istilah ujub.
Lantas apakah yang dimaksud dengan ujub dan apa saja bahayanya?
• Arti Ar Razaq dalam Asmaul Husna, Memberi Tanpa Menyakiti Orang Lain
Secara bahasa (etimologi), ’Ujub, berasal dari kata ’ajaba yang artinya kagum, terheran-heran, takjub. Al-I’jabu bi al-Nafs berarti kagum pada diri sendiri.
Ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain.
Secara istilah dapat kita pahami bahwa ’ujub yaitu suatu sikap membanggakan diri, dengan memberikan satu penghargaan yang terlalu berlebihan kepada kemampuan diri.
Imam Ghazali menuturkan, “Perasaan ’ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaan kepada Allah.”
Memang setiap orang mempunyai kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain, tetapi milik siapakah semua kelebihan itu?
Jawabanya bisa dipahami melalui firman Allah SWT di dalam QS Almaidah ayah 120 yang berbunyi.
لِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌۢ
Artinya : “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS.al-Maidah : 120)
• Apa Arti Al Afuww? Ajakan Kebaikan yang Tercermin dari Asmaul Husna
Hakikat ujub adalah membanggakan diri atas kenikmatan yang didapati dengan melupakan bahwa itu adalah pemberian dari Allah.
Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya sifat ujub adalah sebagai berikut :
- Banyak dipuji orang. Pujian seseorang secara langsung kepada orang lain, dapat menimbulkan perasaan ’ujub dan egois pada diri orang yang dipujinya.
- Banyak meraih kesuksesan. Seseorang yang selalu sukses dalam meraih cita-cita dan usahanya akan mudah memiliki perasaan ujub.
- Kekuasaan. Setiap penguasa biasanya mempunyai kebebasan bertindak tanpa ada protes dari orang di sekelilingnya, dan banyak orang yang kagum dan memujinya.
- Mempunyai intelektual dan kecerdasan yang tinggi
- Memiliki kesempurnaan fisik, orang yang cantik, postur tubuh ideal, tampan dan ia memandang kelebihan yang ada pada dirinya, serta lupa akan keberadaannya sebagai manusia maka akan lebih cenderung kepada sifat ujub.
• Apa Arti Qadzaf? Hukum dan Hukuman Menuduh Orang Lain Berzina Tanpa Bukti