Khazanah Islam

Bacaan Doa Saat Memulai Aktivitas Saat Hari Senin Agar Selalu Diberikan

Terdapat amalan dan doa yang bisa dibiasakan saat akan memulai aktivitas pada hari Senin.

Tayang:
Editor: Hamdan Darsani
KOLASE TRIBUNPONTIANAK/DAN
Berdoa dan mengamalkan Surat Yasin memiliki keutamaan. Satu di antaranya dapat mengabulkan segala keinginan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ikhtiar untuk mendapatkan sesuata akan senantiasa dipermudah jika dimulai dengan doa.

Islam pengaturan yang lengkap bagi setiap pengikutnya.

Bahkan setiap harinya ada doa secara khusus dalam menjalankan aktivitas sehari hari.

Terdapat amalan dan doa yang bisa dibiasakan saat akan memulai aktivitas pada hari Senin.

Doa Pembuka Majelis untuk Berbciara di Depan Umum , Bisa untuk Memulai Pidato hingga Ceramah Agama

Doa merupakan senjata dan kukuatan orang yang beriman.

Karena seorang yang berdoa berarti meminta tolong pada Allah.

Seorang hamba yang taat dan beriman akan menyerahkan urusannya kepada Allah semata tidak pada selain-Nya.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِى أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya:”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mu’min: 60)

Berikut ini doa yang bisa dibaca saat memulai aktivitas pada hari Senin Pagi.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي لَمْ يُشْهِدْ أَحَدًا حِيْنَ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضَ, وَلاَ اتَّخَذَ مُعِيْنًا حِيْنَ بَرَأَ النَّسَمَاتِ, وَ لَمْ يُشَارَكْ فِي اْلإِلَهِيَّةِ وَ لَمْ يُظَاهَرْ فِي الْوَحْدَانِيَّةِ, كَلَّتِ اْلأَلْسُنُ عَنْ غَايَةِ صِفَتِهِ, وَ الْعُقُوْلُ عَنْ كُنْهِ مَعْرِفَتِهِ, وَ تَوَاضَعَتِ الْجَبَابِرَةُ لِهَيْبَتِهِ, وَ عَنَتِ الْوُجُوْهُ لِخَشْيَتِهِ, وَ انْقَادَ كُلُّ عَظِيْمٍ لِعَظَمَتِهِ

Bismillâhir rahmânir rahîm. Alhamdu lillâhil ladzî lam yusyhid ahadan hîna fatharas samâwâti wal ardh, wa lattakha dza mu‘înan hîna bara`an nasamât, wa lam yusyârak fil ilâ hiyyah, wa lam yuzhâhar fil wahdâniyyah, kallatil alsunu ‘an ghâyati shifatih, wal ‘uqûlu ‘an kunhi ma‘rifatih, wa tawâdha ‘atil jabâbiratu lihaibatih, wa ‘anatil wujûhu likhasyyatih, wanqâda kullu ‘azhîmin li‘azhamatih.

Artinya: “Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. Segala puji kepunyaan Allah yang tidak mempersaksi kan kepada satu pun (makhluk-Nya) ketika Dia menciptakan seluruh langit dan bumi, dan tidak menjadikan pembantu ketika Dia sebarkan jiwa, Dia tidak disekutui dalam ketuhanan-Nya dan tidak dikalahkan dalam keesaan-Nya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved