MotoGP

Boomerang Sindiran Bos Yamaha ke Ducati, Dulu Memimpin kini Terpimpin

Boomerang ucapan sindirian kepada Ducati Lenovo Team dialami Bos Yamaha. Managing Director Yamaha, Lin Jarvis pernah melontarkan sindiran kepada rival

MOTORCYCLENEWS.COM
Managing Director Yamaha, Lin Jarvis (kiri) bersama Valentino Rossi (kanan). Boomerang ucapan sindirian kepada Ducati Lenovo Team dialami Bos Yamaha. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Boomerang ucapan sindirian kepada Ducati Lenovo Team dialami Bos Yamaha.

Managing Director Yamaha, Lin Jarvis pernah melontarkan sindiran kepada rivalnya.

Saat itu Fabio Quartararo yang menjadi satu-satunya pebalap yang diandalkan Yamaha untuk meraih gelar MotoGP 2022.

Meski tidak menyebutkan kepada siapa ucapan itu tertuju, tetapi Kalimat Jarvis tersebut secara tidak langsung mengarah ke Ducati.

Komentator Juan Martinez Komentari Aksi Francesco Bagnaia Jelang Balapan Valencia

Saat itu posisi Ducati memang masih terseok-seok berkat hasil minor yang dicatatkan Bagnaia pada tiga balapan awal.

Adapun Quartararo dengan nyaman bertengger di posisi teratas dan belum ada pembalap Ducati yang benar-benar mengancamnya.

Setelah itu, semuanya masih berjalan baik-baik saja, hingga situasi berubah 180 derajat bagi Quartararo pada paruh musim kedua yang merupakan awal mimpi buruk bagi Yamaha pada musim ini.

Hingga akhirnya, takhta Quartararo berhasil digeser Bagnaia pada balapan seri ke-18 di Sirkuit Phillip Island, Australia.

MotoGP Malaysia menjadikan harapan Yamaha semakin tipis setelah Bagnaia sukses meraih kemenangan.

"Pada akhirnya kami berada di sini untuk menang," ucap Jarvis dikutip Bolasport.com dari Sky Sport MotoGP pada awal Juni lalu.

"Jika satu pembalap yang menang, itu adalah situasi terbaik, lihat saja Marc Marquez bersama Honda."

"Lebih baik memiliki satu pembalap yang memenangkan kejuaraan daripada banyak pembalap yang tampil bagus tetapi tidak menang." ucapnya.

Dengan begitu, sindiran yang dilakukan Jarvis pada awal musim berubah menjadi pujian ke Ducati yang mengakui bahwa motor yang bertenaga memang berbicara dalam kejuaraan.

"Di masa lalu kami selalu tahu bahwa kami memiliki kelemahan pada sepeda motor kami," ucap Jarvis dikutip BolaSport.com dari Speedweek.

"Tapi kami juga tahu kekuatan dari M1, hal tersebut telah membuat kami memenangkan enam gelar Kejuaraan Dunia sejak gelar terakhir kali diraih oleh Ducati pada tahun 2007."

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved