Lokal Populer

Adrianus Asia Sidot Nilai Program Merdeka Belajar Sebuah Lompatan Untuk Dunia Pendidikan Indonesia

Adrianus menilai bahwa program-program yang digalakkan oleh Kemendikbudristek telah dirasakan manfaatnya

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD FIRDAUS
Anggota Komisi X DPR RI, Adrianus Asia Sidot, saat menemani kunjungan kerja Mendikbudristek RI, Nadiem Makarim, ke Kalimantan Barat. 24-25 Oktober 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Anggota Komisi X DPR RI, Adrianus Asia Sidot, mengapresiasi program-program kerja yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI), Nadiem Makarim.

Terlebih pada kunjungan kerja yang dilakukan Nadiem Makarim di Kalimantan Barat. Adrianus menilai bahwa program-program yang digalakkan oleh Kemendikbudristek telah dirasakan manfaatnya.

"Dua hari menemani Bapak Mendikbudristek di Kota Pontianak dan Kabupaten Sanggau, saya melihat memang apa yang beliau lakukan, terobosan-terobosan yang beliau lakukan terkait dengan program merdeka mengajar, guru penggerak, sekolah penggerak, itu mulai dirasakan manfaatnya oleh para guru dan sekolah," katanya.

"Sebab dari kunjungan beliau ke sekolah-sekolah terlihat antusias para guru yang sudah mengikuti program merdeka mengajar, kemudian juga ada perbedaan yang signifikan antara kinerja guru, kinerja sekolah dengan sebelumnya," ucap Anggota DPR RI tersebut, Rabu 26 Oktober 2022.

Wujudkan Generasi Berkualitas Dengan Gerakan Nasional Aksi Bergizi di Kayong Utara

Lebih lanjut Adrianus Asia Sidot menyampaikan, bahwa pentingnya memahami substansi dari sebuah kebijakan, terkhusus pada Program Merdeka Belajar yang ia nilai sebagai sebuah lompatan untuk dunia pendidikan di Indonesia.

"Ada juga peninjauan mengenai assessment nasional, siswa yang mengikuti assessment itu tidak mendapat kesulitan dalam menjawab soal-soal dan soal-soal itu memang sangat membantu literasi para siswa," terangnya.

"Jadi kedepannya menurut saya memang pahami dulu substansinya. apa itu program Merdeka belajar, kampus Merdeka. Bukan berarti tidak boleh mengkritik tetapi tentu perlu memahami substansinya, kemudian melakukan uji petik ke lapangan."

"Jadi program merdeka belajar merupakan satu lompatan untuk dunia pendidikan kita, karena bagaimanapun juga dunia pendidikan kita yang saat ini kondisinya memprihatinkan perlu ada terobosan-terobosan, perlu ada keberanian untuk merubah apa yang disebut kebiasaan lama itu menjadi sesuatu yang baru dengan risiko-risiko yang ada," sambungnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Mendikbudristek karena telah berkenan hadir di Kalimantan Barat. Dengan demikian menurutnya Menteri dapat melihat sendiri dan langsung bagaimana potret pendidikan di Kalbar, baik Infrastruktur maupun sarana prasarananya.

"Dan saya yakin pak menteri juga merasakan sendiri dalam perjalanan menuju Kabupaten Sanggau ada daerah daerah yang Blank Spot, dan saya yakin Pak Menteri memahami bagaimana situasi dan kondisi pada saat belajar Daring di Kalimantan Barat."

Ia juga menjelaskan bahwa selama dua hari berkunjung di Kalbar, Menteri Nadiem Makarim banyak melangsungkan diskusi dengan para guru dan Kepala Sekolah. Baik itu guru penggerak maupun sekolah penggerak.

Ia kemudian juga menyampaikan bagaimana kondisi pendidikan di Kalimantan Barat, dan ia memastikan bahwa ia akan mengawal aspirasi yang didapatnya di lapangan, juga sesuai dengan apa yang disampaikan oleh masyarakat.

"Dan saya secara pribadi telah mencatat apa yang disampaikan para guru dan Kepala Sekolah mengenai Program Merdeka Belajar, Program Merdeka Mengajar, Guru Penggerak, Sekolah Penggerak dihadapan Menteri Pendidikan, serta masukkan-masukan lainnya."

"Saya akan mengawal hal-hal yang telah disampaikan sesuai dengan tupoksi saya sebagai Anggota DPR RI Komisi X, agar transformasi pendidikan kita benar benar untuk kemajuan pendidikan di Indonesia," tegasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved