Khazanah Islam

Arti dan Cara Bersuci dari Mani, Wadi dan Madzi

Nabi bahkan melalui hadisnya meneragankan bahwa kebersihan merupakan bagian daripada Iman.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Kolase/Dan
Bagaimana cara bersuci dari mani, madzi dan wadi dalam Islam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kebersihan sangat dekat dengan Islam.

Nabi bahkan melalui hadisnya meneragankan bahwa kebersihan merupakan bagian daripada Iman.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan agar setiap muslim yang sedang hadas wajib bersuci.

Tribunners mungkin ada di antara kita yang masih belum tahu tentang perbedaan antara Mani, Madzi dan Wadi ?

Apakah ketiganya merupakan najis?

Surah Al Mulk Lengkap Latin dan Terjemahanya, Surah yang Punya Fadilah untuk Syafaat di Hari Akhir

Jika najis, termasuk najis golongan ringan, sedang atau berat? Serta bagaiamana cara mensucikanya?

Ketiga perkara tersebut memiliki pengertian dan cara bersuci masing-masing.

Mani

Mani adalah cairan berwarna putih yang keluar memancar dari kemaluan, biasanya keluarnya cairan ini diiringi dengan rasa nikmat dan dibarengi dengan syahwat.

Mani dapat keluar dalam keadaan sadar (seperti karena berhubungan suami-istri) ataupun dalam keadaan tidur (biasa dikenal dengan sebutan “mimpi basah”).

Seseorang yang mengeluarkan mani harus bersuci dengan mandi besar atau mandi Junub.

Hukum air mani adalah suci dan tidak najis ( berdasarkan pendapat yang terkuat).

Jika pakaian seseorang terkena air mani, maka disunnahkan untuk mencuci pakaian tersebut jika air maninya masih dalam keadaan basah.

Jika sudah kering, maka cukup dengan mengeriknya saja.

Hal didasarkan perkataan Aisyah, beliau berkata

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved