Khazanah Islam
Arti dan Penjelasan Alam Barzah, 4 Amalan Agar Terhindar dari Siksa Kubur
Kematian merupakan perjalanan hidup ke alam berikutnya setelah melalui alam ruh, alam kandungan, dan alam dunia, kemudian menjalani alam barzah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Terdapat alam-alam Gaib yang berhubungan dengan hari akhir yang harus dilewati manusia setelah kiamat datang yang dimulai dari alam barzah sampai hari pembalasan atau surga atau neraka.
Kematian seseorang merupakan perjalanan hidup ke alam berikutnya setelah melalui alam ruh, alam kandungan, dan alam dunia, kemudian menjalani alam barzah yang nantinya akan berakhir di alam akhirat.
Ketika manusia meninggal dunia ada dua cara yaitu mati dalam keadaan Khusnul Khotimah (akhir yang baik) dan ada yang suul khotimah (akhir yang buruk).
• Arti dan Hukum Luqatah dalam Islam Serta Penjelasanya
Nah kali ini dibahas tentang alam barzah atau dikenal dengan alam kubur.
Barzah secara bahasa berarti penghalang atau pemisah antara dua hal. Secara istilah barzah adalah jarak pemisah antara akhir kehidupan duniawi (kematian) dan memulai kehidupan ukhrawi (akhirat).
Alam itu disebut dengan alam barzah yang menjadi perantara antara dunia dan akhirat. Alam itu juga disebut dengan alam kubur, alam mitsal dan kiamat sughra.
Kematian menjadi babak baru dari perjalanan menuju alam kubur. Di alam kubur seseorang yang telah meninggal dunia bisa terlepas dari azab kubur dan juga bisa mendapatkannya.
Semua tergantung pada amalnya ketika di dunia. Sebagaimana diwasiatkan oleh Rasulullah SAS bahwa pelaku maksiat akan mendapat siksa kubur.
Di antara perbuatan manusia yang menyebabkannya mendapat siksa kubur di antaranya
1. Tidak bersuci setelah buang air kecil;
2. Mengadu domba dengan kebohongan;
3. Berbuat ghulul (mengambil harta yang bukan haknya);
4. Membaca al-Qur‟an tetapi tidak mengamalkan isinya;
5. Berbuat zina;
6. Memakan harta hasil riba;
7. Suka berhutang tetapi tidak menyelesaikan kewajibannya.
Ada empat amalan yang dapat menerangi alam kubur kita dan terhindar dari siksa kubur yakni
1. Menjaga shalat 5 waktu,
hal ini sangat penting shalat merupakan amal yang pertama kali dihisab oleh Allah SWT barang siapa yang shalatnya bagus maka bagus pula seluruhnya, sebaliknya jika seseorang shalatnya rusak maka rusaklah semua amalnya, artinya shalat lima waktu menjadi ukuran terhadap amal lainnya.
2. Memperbanyak sedekah.
Dengan bersedekah kita dapat meringankan beban orang lain, dan masih banyak lagi manfaat bersedekah baik manfaat langsung berupa disenangi banyak orang atau tidak langsung dengan mendapat kenikmatan yang abadi di surga.
3. Banyak membaca Alquran.
Rasulullah telah menganjurkan umatnya untuk memperbanyak membaca alquran, sesungguhnya alquran akan menjadi penolong bagi pembacanya setelah kematian hingga besok di hari kiamat.
Manfaat langsung yang dapat dirasakan bagi pembaca alquran adalah mendapat ketenangan hati dan pikiran.
4. Memperbanyak bertasbih.
Amalan ini sangat ringan diucapkan, tetapi sangat besar pahalanya, dan dicintai oleh Yang Maha Pengasih Membaca tasbih merupakan bentuk pengakuan kita, bahwa hanya Allah SWT melebihi segala-galanya.
Terdapat Empat Hal Penyebab Siksa Kubur yang harus ditinggalkan.
- Dusta atau bohong,
Dusta merupakan perilaku yang dapat merugikan diri kita sendiri dan dampaknya akan dijauhi oleh teman sekitarnya dan membuat dirinya tidak dipercaya orang lain.
- Khianat,
Orang yang berkhianat akan mendapat azab dari Allah Swt dan dibenci sesama manusia.
- Adu domba,
Perilaku yang dapat menyebabkan seseorang putus tali sailaturrahim. Orang yang memutus tali silaturrahim juga akan mendapat siksa kubur.
- Menjaga kebersihan setelah kencing.
Sebagaimana anjuran Rasulullah Saw dalam sabdanya,”Jika istinja‟(membersihkan kemaluan setelah buang air kecil atau besar) jangan sampai ada sisanya, harus bersih dan tuntas.” (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
Disclaimer : Isi redaksi dan pembahasan materi diatas dilansir dari buku siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI)/SD Terbitan Kementerian Agama tahun 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/adab-ziarah-kubur-lebaran-idul-fitri-dan-hukum-menabur-kembang-di-makam.jpg)