Kenali Gejala Bahaya Gagal Ginjal Akut, Berikut Cara Hindarinya

Namun beberapa upaya dan antisipasi telah dilakukan oleh Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan RI telah meminimalisir kasus kematian akibat penyak

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, drg. Hary Agung Tjahyadi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penyakit Gagal ginjal akut atau acute kidney injury merupakan kondisi saat ginjal berhenti berfungsi secara tiba-tiba sehingga membuat aliran darah ke ginjal terganggu. Akhir-akhir ini penyakit gagal ginjal akut di Indonesia terjadi peningkatan yang drastis.

Perlu diwasapadai, karena penyakit gagal ginjal ini juga sangat berbahaya, dari laporan Kemenkes RI, bahwa dari 205 kasus penyakit gagal ginjal akut ini, terdapat 99 orang atau 48 persen meninggal dunia

Untuk di Indonesia, dikabarkan telah menyebar ke 20 provinsi. Walaupun demikian, semua daerah tentu harus mewaspadai dan mengantisipasi terjadinya penyakit tersebut.

Termasuk di Kalimantan Barat, menurut penuturan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes, saat ini untuk di kalbar masih belum ditemukan kasus penyakit gagal ginjal akut.

Namun demikian, ia meminta kepada semua pihak maupun masyarakat terkhusus bagi orang tua anak agar bisa bersama-sama mewasapai. Karena penyakit gagal ginjal akut ini hingga saat ini masih belum diketahui penyebabnya.

Namun beberapa upaya dan antisipasi telah dilakukan oleh Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan RI telah meminimalisir kasus kematian akibat penyakit gagal ginjal. Satu diantaranya adalah melalui pennyetopan sementara penggunaan atau penjualan obat cair dan sirup.

Sanmol dan Ambroxol Sirup Masuk dalam 91 Daftar Obat yang Dikonsumi Pasien Gagal Ginjal Akut

Terkait dengan adanya kasus gangguan ginjal akut yang belum diketahui penyebabnya.

Hary Agung menjelaskan, bahwa Kemenkes RI telah mengeluarkan intruksi terkait penghentian sementara waktu untuk penggunaan atau jual beli obat carir dan sirup.

Menindaklanjuti intruksi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbat juga telah mengeluarkan surat edaran terkait dengan penggunaan kesediaan obat cair atau sirup sementara waktu dihentikan dan tidak diperjualbelikan, baik di fasilitas kesehatan, apotek, took obat ataupun obat bebas terbatas tidak diperjualbelikan.
“Penyebab adanya larangan ini dikeluarkan oleh kementerian sebagai kehati-hatian dan waspada terkait dengan adanya dugaan bahwa salah satu kandungan senyawa atau yang diduga di dalam obat cair dan sirup menyebabkan gagal ginjal akut. Dan saat ini sedang dilakukan penelitian dari laboratotium Kemenkes RI untuk memastikan apakah obat-obatan di Indonesia bentuk cair atau sirup apakah mengandung senyawa gangguan ginjal akut atau tidak,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya masih menunggu hasil riset dari laboratorium kementerian keseharan. Dirinya pun berharap agar semua pihak bisa bersabar dan mengikuti intruksi dari kemenkes.

Pada intinya yang dipermasalahkan pada obat cair dan sirup ini bukanlah kandungan obatnya, tetapi senyawa pelarutnya dalam obat cair atau sirup itu.

“Kaitannya dengan diagnosa sebagai gagal ginjal akut yang belum diketahui penyebabnya sampai saat ini belum ditemukan di Kalbar. Tetapi kita sudah menyampaikan kepada Fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan monitoring serta penyelidikan epidemiologi, jika ada kasus-kasus diduga seperti gangguan ginjal akut sehingga bisa dengan cepat ditangani,” ucapnya.

Kenali Gejala Ggal Ginjal Akut
Karen penyakit ini rentan menyerang anak-anak, Kadiskes Kalbar, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes pun menjelaskan gejalanya gagal ginjal akut yang harus dipahami oleh orang tua anak-anak dibawah enam tahun.
1. Berkurangnya prekuensi air kencing/urin bagi anak .
2. Warna urin keruh
3. Pembengkakan di tungkai (edema) akibat penumpukan cairan
4. Sesak napas
5. Tubuh mudah lelah
6. Gangguan irama jantung
7. Nyeri atau sensasi tertekan di dada
8. Napas berbau tidak sedap
9. Ruam atau rasa gatal di kulit
10. Hilang nafsu makan
11. Mual dan muntah
12. Demam
13. Sakit di perut dan punggung
14. Tremor di tangan
15. Nyeri atau pembengkakan di sendi
16. Kejang
17. Koma

Cara mencegahnya
1. Untuk mencegahnya, ia meminta agar orang tua bisa memantau kondisi anak.
2. Berperilaku hidup sehat dan bersih
3. Konsumsi makanan gizi seimbang. Dengan makanan gizi seimbang makanan serat buah buahan dan olahraga. Ini merupakan upaya mencegah penyakit.
Jika menemukan anak-anak gangguan kesehatan, maka segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau dokter sehingga bisa mendapat kendali lebih cepat
Kemudian, jika yang punya anak sakit ketika dibawa ke dokter atau Faskes maka bawalah obat yang sebelumnya dipakai.

Untuk saat ini karena dilaran sementara waktu menggunakan obat cair dan sirup. Maka jika anak sakit sebagai alternatif obat cair dan sirup bisa diberikan obat seperti tablet puyer atau kapsul seperti butiran atau serbuk.

Kemudian untuk obat obatan seperti cairan dan sirup harus mendapat resep dari dokter atau tenaga kesehatan. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved