Doa Katolik

Sejarah Doa Salam Maria dalam Pandangan Gereja Katolik

Doa yang indah bagi Bunda Maria dalam tradisi Katolik adalah doa Salam Maria. Bagian awal doa merupakan salam Malaikat Gabriel di Nazaret.

Ryad KRAMDI / AFP
Sebuah gambar yang diambil pada 24 Juli 2022 menunjukkan pandangan umum dari gereja Katolik Bunda Maria Santa Cruz, yang dibangun pada tahun 1850, di kota utara Aljazair, Oran. Doa yang indah bagi Bunda Maria dalam tradisi Katolik adalah doa Salam Maria. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Doa yang indah bagi Bunda Maria dalam tradisi Katolik adalah Doa Salam Maria.

Bagian pertama dari Doa tersebut berkembang di abad pertengahan ketika Maria, Bunda, menjadi perhatian umat Kristiani sebagai saksi terbesar atas hidup, kebangkitan serta kebangkitan Kristus.

Bagian awal Doa merupakan salam Malaikat Gabriel di Nazaret, menurut Injil Lukas.

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu.

Dengan kata-kata tersebut, para malaikat Tuhan menyatakan belas kasih Ilahi.

Tuhan akan menyertai Maria. Maria akan melahirkan Yesus Kristus ke dunia.

Sosok Maria Ibu Yesus dalam Pandangan Gereja Katolik

Bagian selanjutnya, adalah salam yang disampaikan Maria oleh Elisabet, kepada sepupunya, seperti yang ditulis dalam Injil St. Lukas :

Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

Kata Yesus baru ditambahkan pada abad ke 13, menjadi dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

Dan akhirnya, pada abad ke-15, bagian doa selanjutnya ditambahkan:

Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati.

Bagian doa tersebut memohon kepada Maria, yang penuh rahmat, serta berdoa untuk kita semua, sekarang dan saat berikutnya.

Bersama dengan murid kepada siapa Yesus mempercayakan ibunda-Nya di Kalvari dengan mengatakan "Inilah ibumu!"

Kita mengakui Bunda Maria sebagai bunda kita. Bunda Maria akan semakin mendekatkan kita pada Kristus.

Sejak dari awal Bunda Maria mengenal-Nya; ia menjadi saksi atas kehidupan, kebangkitan dan kebangkitan Kristus; tidakkah Bunda Maria akan membantu kita untuk lebih mengenal Putra-nya dan misteri hidup-Nya?

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved