Doa Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 22 Oktober 2022, Kesempatan Bertobat dan Bertumbuh Dewasa dalam Iman

Lihat bacaan renungan harian Katolik Sabtu 22 Oktober 2022 hari Minggu biasa XXIX dengan bacaan injil diambil dari Lukas 13:1-9.

Tayang:
Juni Kriswanto / AFP
Orang-orang berkumpul pada 5 Oktober 2022 untuk berdoa untuk mengenang para korban penyerbuan, yang menewaskan sedikitnya 131 orang dalam salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah sepakbola, di Malang, Jawa Timur. Lihat bacaan renungan harian Katolik Sabtu 22 Oktober 2022 hari Minggu biasa XXIX dengan bacaan injil diambil dari Lukas 13:1-9. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Lihat bacaan renungan harian Katolik Sabtu 22 Oktober 2022 hari Minggu biasa XXIX.

Lihat bacaan 1, bacaan injil dan Mazmur tanggapan renungan harian Katolik Sabtu 22 Oktober 2022.

Lihat bacaan 1 diambil dari Efesus 4:7-16 dan bacaan injil diambil dari Lukas 13:1-9.

Sementara Mazmur tanggapan 122:1-2.3-4a.4b-5 dan bait pengantar injil: Alleluya.

Renungan Harian Kristen Sabtu 22 Oktober 2022 dengan Tema Kesaksian Roh

Lihat bacaan pertama Efesus 4:7-16

“Kristuslah kepada tubuh, dan daripadanya seluruh tubuh menerima pertumbuhannya.”

Saudara-saudara, kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Itulah sebabnya Kitab Suci berkata, “Tatkala naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”

Bukankah “Ia telah naik” berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

Dia yang telah turun itu Dialah pula yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu.

Dialah juga yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pewarta Injil, gembala umat maupun pengajar; semuanya itu untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi tugas pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.

Dengan demikian akhirnya kita semua akan mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Dengan demikian kita bukan lagi anak-anak kecil, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, atau oleh permainan palsu dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.

Sebaliknya dengan berpegang teguh pada kebenaran dalam kasih, kita bertumbuh dalam segala hal menuju Kristus Sang Kepala.

Dari pada-Nya seluruh tubuh menerima pertumbuhannya guna membangun diri dalam kasih; itulah tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved