Kadisbunnak Kalbar Sebut Peluang Jadi Pionir Usaha Ternak Sapi Potong Terbuka Lebar

Ia mengatakan peternakan sapi potong di Kubu Raya dikembangkan secara intensif, konvensional dan belum melembaga, dengan skala kepemilikan yang kecil

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Inkubasi Bisnis Komoditas Pertanian di Lokasi Restorasi Gambut yang dilaksanakan oleh Yayasan Agri Muda Swasembada dan dengan Support Badan Restorasi Gambut dan Manggrove (BRGM) di Hotel Mercure, Kamis 20 Oktober 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peternakan merupakan salah satu usaha masyarakat yang telah berkembang di Kabupaten Kubu Raya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Munsif mengatakan dari perkembangan data peternakan di tahun 2021 relatif tinggi dibandingkan kabupaten lain.

"Populasi ternak di Kabupaten Kubu Raya relatif lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya, dengan sebaran kambing sebanyak 30 persen dan sapi sebanyak 10 persen dari total populasi ternak kambing dan sapi di tingkat provinsi," ujar Munsif.

Hal ini ia sampaikan saat sambutan pada Kegiatan Inkubasi Bisnis Komoditas Pertanian di Lokasi Restorasi Gambut yang dilaksanakan oleh Yayasan Agri Muda Swasembada dan dengan Support Badan Restorasi Gambut dan Manggrove (BRGM) di Hotel Mercure, Kamis 20 Oktober 2022.

Ia mengatakan peternakan sapi potong di Kubu Raya dikembangkan secara intensif, konvensional dan belum melembaga, dengan skala kepemilikan yang kecil, yaitu rata-rata 2-3 ekor per rumah tangga peternak.

Baca juga: Dinkes Kalbar Minta Nakes dan Apotek Sementara Tidak Berikan Resep Sediaan Cair

"Peternakan sapi dijadikan tabungan bagi pemiliknya, yang dijual pada saat kebutuhan mendesak rumah tangga dalam jumlah besar, seperti kebutuhan pesta pernikahan atau untuk melanjutkan pendidikan anggota rumah tangga ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.

Inkubasi bisnis kata Munsif diartikan sebagai upaya pembinaan, pendampingan dan pengembangan usaha bagi inkubator, dalam hal ini adalah peternak sapi potong, agar usahanya berkembang yang mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi, berkarakter, bermental kewirausahaan, dan meningkat pula kompetensinya.

"4 kelompok masyarakat yang mengikuti kegiatan inkubasi ini adalah kelompok masyarakat yang sebelumnya telah mendapat bantuan ternak dari BRGM dan dinilai layak untuk meningkatkan usahanya," ujarnya.

Ia memandang materi yang disiapkan penyelenggara sangat relevan untuk memenuhi tujuan dari inkubasi. Materi analisis usaha ternak, pencegahan penyakit, good farming practices, manajemen pakan, penanganan limbah, hingga penguatan kelembagaan, merupakan serangkaian materi yang cukup menjadi bekal bagi inkubator untuk naik kelas ke tingkat usaha ternak.

Munsif menekankan sepanjang kegiatan peserta diharapkan dapat fokus dan serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, bertanya secara aktif dengan para narasumber.

Sehingga, saat pulang telah memahami konsep perhitungan usaha yang matang, lalu mengimplementasikan, bahkan kedepan juga melakukan pembinaan dan pendampingan lanjutan bagi calon peternak di lingkungannya masing-masing.

"Maksimalkan pemahaman atas materi yang disampaikan, karena peluang untuk menjadi pionir usaha ternak sapi potong di Kubu Raya ataupun di Kalbar sangat terbuka lebar, mengingat salah satu narasumber adalah praktisi bisnis sapi potong di Kalbar," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved