Dinkes Sintang Sisir Rumah Warga Terendam Banjir di Kelurahan Alai, Temukan Lansia dan Bayi Sakit

“Hari ini Dinkes bersama tim PSC 119, kita menyusuri daerah alai. Di situ masih banyak rumah terendam walaupun sudah surut. Ada masyarakat kita temui

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Dinkes Sintang
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh terjun langsung bersama dengan tim Public Safety Center (PSC) 119 memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Alai, Sintang, Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh terjun langsung bersama dengan tim Public Safety Center (PSC) 119 memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Alai, Sintang, Kalimantan Barat.

Sinto bersama tenaga kesehatan menjangkau langsung warga terdampak banjir. Rumah warga yang tidak bisa dijangkau dengan perahu karet, tim menyisirnya dengan berjalan kaki melewati jalan pemukiman yang terendam banjir luapan sungai melawi.

“Hari ini Dinkes bersama tim PSC 119, kita menyusuri daerah alai. Di situ masih banyak rumah terendam walaupun sudah surut. Ada masyarakat kita temui yang lansia, bayi yang sakit. Sementara untuk mengakses ke puskesmas harus pakai perahu. Atau melewati banjir. Tadi itu kita lewat ada yang sepinggang. Kita beri pengobatan gratis juga makanan tambahan buat balita. Kita kegiatan bersama dengan basarnas,” kata Sinto, Selasa 18 Oktober 2022.

Banyak Warga yang Mengungsi Secara Mandiri Dampak Dari Banjir di Sintang

Selama banjir melanda Sintang, ada tiga penyakit yang dominan dialami warga terdampak. Yang paling banyak, warga mengalami batuk pilek, gatal dan darah tinggi. Selain memberikan layanan kesehatan, warga terdampak juga diberikan pendampingan psikologi.

“Sejak awal banjir, kita sudah laksanakan pemeriksaan 1.200 orang paling banyak urutan pertama itu batu pilek, kemudian gatal-gatal, beberapa darah tinggi. Selain pelayanan kesehatan tadi ada kita berikan pendampingan psikologi,” jelas Sinto.

Hingga saat ini, Sinto memastikan tidak ada penyakit krusial yang dialami warga terdampak.

“Untuk saat ini tidak ada penyakit yang krusial. Diare ada tapi gak banyak. Gatal-gatal biasanya nanti setelah banjir surut. Stok obat saat ini masih cukup kita juga masih menunggu bantuan obat dari pusat krisis kesehatan dari kemenkes belum sampai, kalau dari provinsi sudah,” ujar Sinto. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved