Operasi Zebra Kapuas 2022 Berakhir, 238 Pelanggar di Sanggau Diberi Teguran Tertulis

"Penindakan ini sifatnya dengan memberikan teguran simpatik dan juga teguran lisan. Karena dari operasi zebra ini sendiri tidak diperbolehkan untuk me

Tribunpontianak/Hendri Chornelius
Kasat Lantas Polres Sanggau Iptu Yunita Puspita Sari saat ditemui di kantornya pada Senin 17 Oktober 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kapolres Sanggau AKBP Ade Kuncoro Ridwan melalui Kasat Lantas Polres Sanggau Iptu Yunita Puspita Sari menyampaikan bahwa sebanyak 238 pelanggar yang diberi teguran tertulis selama operasi Zebra Kapuas tahun 2022 di Kabupaten Sanggau, Kalbar. Ops Zebra Kapuas tahun 2022 dilaksanakan dari tanggal 3 sampai 16 Oktober 2022. 

"Penindakan ini sifatnya dengan memberikan teguran simpatik dan juga teguran lisan. Karena dari operasi zebra ini sendiri tidak diperbolehkan untuk melaksanakan tilang bagi daerah yang belum memiliki ETLE. Dan di Sanggau ini belum ada ETLE, jadi kita sifatnya teguran simpatik," katanya kepada Tribunpontianak pada Senin 17 Oktober 2022.

Terkait pelanggaran yang ditemukan yakni pelanggaran yang kasat mata seperti plat nomor tidak dipakai, tak ada spion, tidak pakai helm dan safety belt. Dan pelaksanaan ops zebra difokuskan di Kota Sanggau saja.

Banjir Landa 6 Kecamatan di Kabupaten Sanggau, 8.156 KK Terdampak

Dalam kesempatan itu, Kasat juga menyampaikan terkait daerah rawan laka lantas di Kabupaten Sanggau, salah satunya di wilayah jalan Trans Kalimantan. 

"Seperti yang sudah didata kan bahwa di daerah tersebut yang banyak terjadi laka lantas. Kemudian kemarin juga ada beberapa kecelakaan yang terjadi di Entikong," jelasnya.

 Selain itu, Kasat juga menjelaskan bahwa rata-rata penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah kelalaian dari pengendara. Untuk itulah, diimbau kepada pengendara agar tetap harus selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

"Pada saat berkendara gunakan helm, safety belt atau sebagaimana mestinya kelayakan dalam berkendara. Kemudian juga kendaraan tersebut harus layak, ketika layak kendaraan inilah maka kenyamanan dan tujuan dari Kamseltibcar lantas pasti akan tercapai,"ujarnya. 

Kemudian, terkait angka kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sanggau, dari Januari hingga Oktober 2022 sebanyak 98 laporan polisi.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved