Khazanah Islam

Cara Sholat Jamak dan Qashar yang Meringankan Seorang Musafir saat Dalam Perjalanan

Sholat Jamak artinya boleh menggabungkan dua Sholat dalam satu waktu lantaran tidak memungkinkan Sholat tepat waktu.

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Kolase Tribunpontianak.co.id / sid / google
Pelaksanaan Sholat Jamak dan Qashar. Cara yang meringankan seorang Muslim ketika dalam perjalanan atau jadi Musafir 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Keringanan dalam melaksanakan Sholat bagi seorang Musafir atau dalam keadaan mendesak lainnya.

Yaitu dengan diperbolehkannya menunaikan Sholat Wajib secara Jamak dan Qashar.

Sholat Jamak artinya boleh menggabungkan dua Sholat dalam satu waktu lantaran tidak memungkinkan Sholat tepat waktu.

Serta Sholat Qashar yaitu dengan meringkas rakaat Sholat dari 4 rakaat menjadi 2 rakaat saja.

Sholat Jamak dan Sholat Qashar juga bisa disatukan menjadi Sholat Jamak Qashar sehingga bisa digabung dan diringkas.

Dalam pelaksanaannya sendiri Sholat Jamak dan Sholat Qashar memiliki niat tersidiri serta ada ketentuannya sebagai berikut :

Niat Sholat Jamak Takhir Magrib dan Isya dan Waktu Pelaksanaannya yang Berurutan

Sholat Jamak ketentuannya :

1. Dalam perjalanan jauh bukan untuk tujuan maksiat

2. Jarak minimal yang ditempuh dalam perjalanan harus mencapai farsakh atau menurut beberapa pendapat para ulama adalah 64 km, 80 km, atau 94,5 km disebut dua marhalah

3. Sholat jamak dilakukan saat sedang dalam perjalanan

4. Sholat jamak dilakukan secara muwalat (berurutan). Setelah sholat pertama selesai dilakukan harus segera takbiratul ihram untuk sholat kedua.

Sholat Qashar ketentuannya :

1. Dalam perjalanan lebih dari 2 marhalah atau setara 80 kilometer lebih.

2. Kepepet waktu jika tidak di qashar bisa menyebabkan ketinggalakan waktu sholat

3. Perjalanan sebagai Musafir mencapai 3 marhalah lebih sekitar jarak 120 kilometer lebih.

Praktek Sholat Jamak Qashar

Menjamak dan mengqashar Sholat Dzuhur dengan Ashar artinya menggabungkan dua sholat sekaligus meringkas.

Melaksanakannya tetap seperti biasa yaitu mengerjakan Sholat Dzuhur terlebih dahulu dengan diringkas.

Selesai, dilanjutkan lagi dengan Sholat Ashar Jamak Qashar diringas pula rakaatnya menjadi 2 rakaat.

Jika dilaksanakan di waktu Dzuhur maka disebut Sholat Jamak Qashar Taqdim jika dilaksanakan di waktu Ashar maka disebut Sholat Jamak Qashar Takhir.

Niat Sholat Jamak dan Qashar

* Niat Sholat Jamak Qashar Taqdim

اُصَلّى فَرْضَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمًا للهِ تَعَالَى

Usholli fardoz dzuhri rak'atai qasran majum'an bil 'ashri jam'a taqdiman lillahi ta'ala

“ Saya berniat shalat dzuhur dua rakaat digabungkan dengan shalat ashar dengan jamak takdim, diqashar karena Allah Ta’ala”

* Niat Sholat Jamak Qashar Takhir

اُصَلّى فَرْضَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ للهِ تَعَالَى

Usholli fardol 'Ashri rak'ataini qasran majuma'an bil 'ashri jam'an ta'khiran lillahi ta'ala

“ Saya berniat shalat Dzuhur dua rakaat digabungkan dengan shalat Ashar dengan jamak takdim, diqashar karena Allah Ta’ala”

* Niat sholat Jamak Taqdim

- Dzhuhur dengan Ashar

أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالَى

Usholli Fardo Dzuhri Arba'a Rak'atin Mustaqbilal Qiblati Majmu'an Bil 'Asri Jam'an Taqdimin Lillahi Ta'ala

“Sengaja aku shalat zhuhur empat raka’at menghadap kiblat, dijamak takdim dengan ‘ashar karena Allah Ta’ala.”

- Maghrib dengan ‘Isya

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالَى

Usholli Fardo Maghribi Tsalasa Rak'atin Mustaqbilal Qiblati Majmu'an Bil'isyai Jam'an Taqdimin Lillahi Ta'ala

“Sengaja aku shalat maghrib empat raka’at menghadap kiblat, dijamak takdim dengan ‘Isya karena Allah Ta’ala.”

*Niat Sholat Jamak Takhir

- Dzuhur dengan ‘Ashar

أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالَى

Usholli Fardo Dzuhri Arba'a Rak'atin Mustaqbilal Qiblati Majmu'an Bil'ashri Jam'an Takhiran Lillahi Ta'ala

“Sengaja aku shalat zhuhur empat raka’at menghadap kiblat, dijamak takhir dengan ‘ashar karena Allah Ta’ala.”

- Magrib dengan Isya

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ للهِ تَعَالَى

Usholli Fardo Magribi tsala Rak'atin Mustaqbilal Qiblati Majmu'an Bil'isyai Jam'an Takhiran Lillahi Ta'ala

“Sengaja aku shalat ‘ashar empat raka’at menghadap kiblat, dijamak takhir dengan zhuhur karena Allah Ta’ala.”

* Niat Sholat Qashar

اُصَلّى فَرْضَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا للهِ تَعَالى

Usholli fardaz Dzuhri rak'ataini Qasran lillahi Ta'ala

“Saya berniat shalat dzuhur dua rakaat diqashar karena Allah Ta’ala”

Orang yang Boleh Sholat Jamak & Qashar

1. Sedang Arafah dan Muzdalifah.

Bagi kaum muslimin yang sedang melaksanakan ibadah haji, disyariatkan untuk menjamak shalat fardu ketika berada di Arafah dan di Muzdalifah.

2. Musafir

Seorang Musafir (perjalanan jauh ) atau hendak melaksanakan Musafir diizinkan untuk menjamak shalatnya.

3. Darurat atau Ada Halangan

Seseorang berada dalam keadaan yang berhalangan untuk mengerjakan shalat pada waktunya, seperti karena suatu keperluan yang sangat mendesak, menjaga orang sakit, seorang dokter yang melakukan tindakan darurat, operasi, atau terjebak macet di jalan tol. Di perkenankan untuk menjamak shalatnya.

4. Lupa Sholat

Ketika seseorang lupa mengerjakan satu shalat dia ingat setelah waktunya berlalu. Maka dia wajib mengerjakan (mengqadha ) shalat itu.

5.  Wanita Haid

Manakala seorang wanita merasa bahwa haid sudah kering (sudah berhenti) di penghujung waktu ashar, maka wanita ini diperintahkan untuk bersuci dari hadats besar.

Kemudian bersegeralah untuk melaksanakan shalat zuhur dan ashar yang belum dikerjakan itu, artinya bahwa Sholat Dzuhurnya dijamak ke ashar (Jamak Takhir).

Begitu pula ketika wanita ini merasa (mengetahui) bahwa darah haidnya sudah berhenti (kering) di waktu larut malam (belum waktu subuh), maka dia dapat bersegera bersuci dari hadats besar (haid)nya, apakah dengan cara mandi atau dengan tayamum.

Kemudian bersegeralah mengerjakan shalat magrib dan isya dengan cara Jamak Takhir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved