Mengobati Diabetes dengan Jenis Madu Manuka, Kenali 8 Manfaat Lain

Madu manuka adalah madu yang berasal dari Australia dan juga Selandia Baru. Madu manuka diproduksi oleh lebah yang menyerbuki bunga Leptospermum scopa

Tribunnews
Madu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Khasiat madu banyak digunakan untuk kesehatan. 

Sejak zaman dahulu kala, madu sudah digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Pada abad ke-19, peneliti akhirnya menemukan bukti bahwa madu dapat melindungi tubuh dari bakteri.

Hingga sekarang, makanan manis yang dihasilkan oleh lebah ini, masih dipercaya untuk memberikan khasiat medis. Salah satunya madu manuka.

Madu manuka adalah madu yang berasal dari Australia dan juga Selandia Baru. Madu manuka diproduksi oleh lebah yang menyerbuki bunga Leptospermum scoparium, dan dikenal juga dengan sebutan semak manuka.

Pengobatan Alami Maag dan Asam Lambung dengan Madu Manuka dan Pisang

Madu manuka seringkali dipercaya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bagaimana penjelasannya?

Manfaat madu manuka sudah dibuktikan secara medis, oleh banyaknya penelitian. Selain itu, ada satu hal yang membedakan madu manuka dengan madu-madu lainnya, yakni kandungan zat aktif Methylglyoxal, yang berfungsi sebagai antibakteri.

Tidak hanya itu, madu manuka punya banyak manfaat karena bersifat anti-inflamasi dan antioksidan. Penasaran dengan segudang manfaat madu muka?

1. Mengobati jerawat

Jerawat yang muncul pada muka dan bagian tubuh lainnya, biasanya terjadi karena perubahan hormon. Namun, jerawat juga bisa menjadi indikasi dari pola makan yang buruk, stres atau bakteri yang tumbuh di pori-pori tersumbat.

Aktivitas antimikroba dari madu manuka, jika dikonsumsi bersamaan dengan penggunaan produk pH rendah, dianggap sangat ampuh melawan jerawat.

Bakteri yang sering menyebabkan jerawat muncul di wajah, dapat dilawan dengan madu manuka. Penyembuhan jerawat pun jadi semakin cepat.

2. Dipercaya dapat mengatasi fibrosis kistik

Fibrosis kistik adalah kelainan bawaan yang merusak paru-paru, memengaruhi sistem pencernaan dan organ tubuh lainnya. Kondisi ini berdampak pada sel penghasil lendir.

Akibatnya, lendir yang berlebihan, menyumbat saluran udara, sehingga menghambat pernapasan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved