Sedang Asik Nikmati Kopi, Pria di Kubu Raya Diciduk Polisi, Ini Sebabnya

Berdasarkan laporan tersebut petugas berhasil mengidentifikasi pelaku dan pada 12 Oktober 2022 malam, tim dari Polsek Rasau meringkus pelaku saat bera

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Polres Kubu Raya
Tersangka dan barang bukti pencurin yang diamankan petugas kepolisian. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Terekam CCTV saat membobol rumah warga, seorang pria berinisial AK (27) di ringkus Unit Reskrim Polsek Rasau.

AK riingkus petugas saat sedang bersantai menikmati Kopi disebuah warung Kopi, Kecamatan Rasau, Kabupaten Kubu Raya.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya AIPDA Ade menyampaikan pada 12 Oktober 2022 korban membuat laporan pencurian ke Polsek Rasau.

Korban menyampaikan bahwa rumahnya telah dua kali di bobol dengan total kerugian mencapai lebih dari 10 juta rupiah.

Pada laporannya, korban juga membawa rekaman cctv saat pelaku mencoba membobol rumah korban ketiga kalinya.

Berdasarkan laporan tersebut petugas berhasil mengidentifikasi pelaku dan pada 12 Oktober 2022 malam, tim dari Polsek Rasau meringkus pelaku saat berada di warung Kopi, kecamatan Rasau.

Datangi TKP Kebakaran Rumah Makan di Desa Arang Limbung Kubu Raya, Polisi Beberkan Kronologinya

Dari pemeriksaan, AK mengaku telah dua kali mencuri di rumah korban dengan cara mencongkel jendela.

Aksi pertama dilakukan pada 5 Mei tahun 2022, aksi kedua dilakukan pada 19 Juni 2022, dari dua aksi tersebut pelaku berhasil menggasak berbagai barang berharga milik korban yang membuat korban merugi hingga lebih dari 10 juta rupiah.

Tidak berhenti disitu, pelakupun kemudian pada 13 September 2022 dini hari, berusaha kembali membobol rumah korban, namun saat itu korban terbangun dan pelaku kabur.

"Korban tidak melaporkan kejadian pertama dan kedua kepada pihak kepolisian dikarenakan ingin membuktikan kecurigaan nya terhadap seseorang, dengan adanya aksi yang ketiga pelaku terekam CCTV korban melaporkan kejadian tersebut dengan membawa barang bukti recorder CCTV ke pihak Kepolisian Rasau Jaya agar segera ditindak,'"ungkap Aipda Ade.

Dari pemeriksaan, AK mengaku hasil pencurian itu ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

Hingga saat ini unit Reskrim Polsek Rasu Jaya masih melakukan penyelidikan terhadap barang bukti lain yang dijual AK melalui media sosial.

Akibat perbuatannya, AK dijerat dengan Pasal pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP Jo 64 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved