Lokal Populer
Banjir Sintang Rendam Fasilitas Pendidikan dan Rumah Ibadah
Bupati Sintang juga memperbolehkan satuan pendidikan yang terdampak atau tergenang banjir untuk melakukan pembelajaran secara online selama 4 hari
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tidak hanya merendam rumah warga, tapi juga fasilitas pendidikan dan juga rumah ibadah.
Data Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Sintang mencatat, ada 67 sekolah dan 37 rumah terdampak banjir.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Magdalena Ukis saat menghadiri rapat koordinasi Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang pada Kamis 13 Oktober 2022.
Magdalena Ukis menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang terus menerus melakukan komunikasi dengan para kepala sekolah PAUD, TK, SD dan SMP yang ada di Kabupaten Sintang dalam rangka mengumpulkan data tentang jumlah sekolah yang terdampak banjir kali ini.
• BREAKING NEWS - Speed Karam di Sungai Melawi, Warga Tebing Raya Sintang Dilaporkan Tenggelam
“Kami terus berkomunikasi dengan para kepala sekolah. Kami sudah menghimpun data resmi dan sudah melaporkannya kepada pimpinan serta menyampaikan tembusan kepada Tim Satgas Bantingsor," kata Magdalena Ukis.
Data yang sudah dihimpun berdasarkan laporan kepala sekolah untuk PAUD atau TK ada 19 yang terdampak. Sedangkan SD ada 45 unit, dan SMP ada 3 unit. "Pengalaman kami tahun lalu, kami juga ternyata diminta juga soal data SMA yang terdampak, saat ini kami sedang berkoordinasi dalam rangka menghimpun laporan khusus untuk SMA," jelasnya.
Jumlah sekolah terdampak banjir berdasarkan kecamatan yakni PAUD dan TK ada 15 di Kecamatan Sintang, 2 di Sepauk, dan masing-masing 1 di Kayan Hilir dan Ketungau Hilir. SD ada 21 di Kecamatan Sintang, 12 di Kecamatan Dedai, 2 di Ketungau Hilir, dan 10 di Kayan Hilir.
"Untuk SMP semuanya 3 unit ada di Kecamatan Sintang," katanya.
Bupati Sintang, Jarot Winarno sudah mengeluarkan edaran mengimbau Kepala Sekolah mulai dari PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Sintang yang bangunan sekolahnya berada di kawasan rawan banjir untuk mengambil langkah kewaspadaan dengan mengamankan aset-aset, dokumen dan buku-buku di tempat yang tinggi.
Dalam edaran tersebut, Bupati Sintang juga memperbolehkan satuan pendidikan yang terdampak atau tergenang banjir untuk melakukan pembelajaran secara online selama 4 hari mulai tanggal 12-15 Oktober 2022.
Motor Amfibi
Sepeda motor amfibi milik Bambang, warga Desa Mensiku, Kecamatan Binjai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kembali beraksi menerabas banjir di jalan Sintang-Binjai pada Kamis, 13 Oktober 2022.
Motor yang sudah dimodifikasi Bambang itu melibas belasan titik banjir yang merendam ruas jalan Sintang-Binjai dengan lancar dengan modal pelampung yang dipasang pada bagian sayap kiri kanan dan bagian depan sepeda motornya.
Pada banjir besar tahun 2021 lalu, aksi Bambang menunggangi motor melintasi banjir sempat viral di media sosial. Dengan santainya Bambang menggeber gas menerabas banjir. Padahal, ruas Jalan Sintang-Binjai lumpuh total. Hanya bisa dilalui menggunakan perahu.
Saat semua kendaraan darat digantikan perahu untuk melintasi genangan banjir, pemandangan tak biasa justru ditunjukan oleh pengendara ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sepeda-motor-amfibi-milik-Bambang-warga-Desa-Mensiku-Kec234rwdc.jpg)