TGIPH Sudah Temukan Bukti Krusial, PT LIB dan Indosiar Saling Bantah Tentang Jadwal Pertandingan

Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD mengatakan bahwa saat ini tim telah memasuki tahap analisis hasil investigasi terkait tragedi Kanjuruhan.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali mengikuti rapat perdana yang dipimpin Ketua TGIPF Menko Polhukam Mahfud MD, di Kantor Menko Polhukam, Jl Merdeka Barat No 15 Jakarta Pusat, Selasa 10 Oktober 2022 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO,ID - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan mengantongi sejumlah barang bukti yang krusial. Rabu 12 Oktober 2022.

Satu di antara bukti penting itu berkaitan dengan kandungan gas air mata yang saat ini tengah diperiksa di Laboratorium.

Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD mengatakan bahwa saat ini tim telah memasuki tahap analisis hasil investigasi terkait tragedi Kanjuruhan.

Update Terbaru! Korban Meninggal Dunia Tragedi Kanjuruhan Malang menjadi 132 Orang

Setelah di analisas, seluruh laporan tersebut akan di serahkan pada presiden Jokowi pada Jumat 14 Oktober 2022 mendatang.

“Bukti-bukti penting yang didapatkan dari lapangan, saat ini sedang dikaji dan sebagian harus diperiksa di laboratorium, seperti kandungan gas air mata,” kata Mahfud.

Terkait laporan tersebut, Mahfud mengatakan, TGIPF akan berbicara langsung dengan FIFA apabila terdapat sesuatu yang perlu dikoreksi mengenai aturan yang telah ditetapkan oleh FIFA.

Kemarin, TGIPF telah meminta klarifikasi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengenai tragedi Kanjuruhan.

Menurut Mahfud, permintaan keterangan tersebut berkaitan dengan tidak diterapkannya beberapa standar peraturan dalam tragedi Kanjuruhan.

“Tim sedang mengonfirmasi beberapa hal yang dinilai kelemahan atau kesalahan dan penerapan standar peraturan yang semestinya dilaksanakan,” imbuh Mahfud.

Pertadingan Tetap Digelar Malam

Anggota TGIPF Rhenald Kasali menjelaskan bahwa Indosiar selaku pemegang hak siar Liga 1 disebut meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) supaya laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tetap digelar malam hari.

Permintaan tersebut berdasarkan pengakuan PT LIB ketika memberikan klarifikasi kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa 11 Oktober 2022.

Mabes Polri Sebut Kematian Para Suporter Sepakbola di Kanjuruhan Bukan Disebabkan Gas Air Mata

Rhenald menyebutkan, ada faktor kontrak bernilai besar yang membuat PT LIB memenuhi permintaan Indosiar supaya laga Arema melawan Persebaya tetap digelar malam hari.

Selain itu, Rhenald mengatakan bahwa pihak Indosiar tetap kukuh supaya laga Arema kontra Persebaya digelar malam hari.

Alasannya, karena PT LIB selama ini sudah terlalu banyak mengubah jadwal semula yang sudah ditentukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved