Diskes Mempawah Catat 55 Kasus DBD Sejak September 2022, Angka Meningkat 14 Kasus Sebulan Terakhir

Kasus demam berdarah di Kabupaten Mempawah ini lanjut Sumarni, mengalami peningkatan 14 kasus dalam rentang sebulan terakhir.

Penulis: Ramadhan | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Ramadhan
Sub Koordinator Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Sumarni mengatakan Dinkes telah mencatat 55 kasus DBD di Mempawah sejak September 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sub Koordinator Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Sumarni, menyebut hingga akhir September 2022 tercatat sebanyak 55 orang yang mengalami kasus demam berdarah (DBD).

"Untuk kasus demam berdarah akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti di Kabupaten Mempawah dari rentang Januari hingga akhir September 2022 ada tercatat ada 55 kasus demam berdarah (DBD)," terangnya kepada Tribunpontianak, Kamis 6 Oktober 2022.

Kasus DBD di Kabupaten Mempawah ini lanjut Sumarni, mengalami peningkatan 14 kasus dalam rentang sebulan terakhir.

"Kalau kita melihat data memang mengalami penambahan kasus, karena hingga akhir Agustus hanya ada 41 kasus, namun di akhir September sudah ada 55 kasus. Jadi dalam rentang sebulan ada penambahan 14 orang," terangnya.

Edukasi Bagi Masyarakat Antisipasi Bencana dan Minimalisir Korban Akibat Bencana di Mempawah

Sumarni menjelaskan, untuk kasus DBD di Kabupaten Mempawah yang paling banyak adalah anak kecil.

"Kalau saat ini kasus demam berdarah banyak didominasi oleh anak kecil yang menjadi korbannya, kemudian anak-anak sekolah. Kalau dewasa ada tapi tidak banyak," terangnya.

Sumarni menjelaskan, terkait penanganan dan pencegahan, pihak Dinas Kesehatan turut menggandeng Puskesmas-Puskesmas untuk melakukan penyuluhan.

"Jadi setiap Puskesmas juga sudah ada tim Promkes untuk melakukan penyuluhan. Kemudian juga ada kader Jumantik (Juru pemantau jentik), dan selalu dilakukan pemantauan jentik berkala dengan satu rumah satu Jumantik," terangnya.

Selain itu kata Sumarni, kader Jumantik juga turut memberikan bubuk Abate untuk ditaburkan di wadah-wadah tempat penampungan air milik warga.

Syukuran HUT TNI Ke 77, Koramil Mempawah Hulu Gelar Baksos

"Kalau bubuk Abate stok nya hingga saat ini masih ada. Penyalurannya melalui kader Jumantik, dan bubuk Abate nantinya bisa ditabur di tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah," ungkapnya.

Selanjutnya, terkait Foging, Sumarni menjelaskan hal tersebut dilakukan setiap apabila ada kasus demam berdarah.

"Untuk foging dilakukan setiap ada kasus DBD. Fungsi foging inikan untuk membunuh nyamuk dewasa, dan terkait foging di lakukan daerah yg ada kasus dengan radius 200 meter," terangnya. 

(*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved