Wabup Muhammad Pagi Turut Berikan Doa Belasungkawa Atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang

Doa bersama dari Mempawah untuk korban musibah Kanjuruhan Malang tersebut digelar atas kerjasama antara Polres Mempawah, Askab PSSI Mempawah

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
Suasana doa bersama dari Mempawah untuk korban musibah Kanjuruhan Malang, yang digelar di Kafe K-Tamb Mempawah, Selasa 4 Oktober 2022 malam. (Dok. Tribun Pontianak/Ramadhan) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi atas nama Pemkab Mempawah dan PSSI Mempawah menyampaikan belasungkawa atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu.

Oleh sebab itu, Muhammad Pagi turut mendoakan yang terbaik atas insiden yang memilukan tersebut.

Bahkan Muhammad Pagi juga turut hadir dalam doa bersama dari Mempawah untuk Korban Musibah Kanjuruhan Malang, yang dilaksanakan di Kafe K-Tamb Mempawah pada Selasa 4 Oktober 2022 malam tadi.

Doa bersama dari Mempawah untuk korban musibah Kanjuruhan Malang tersebut digelar atas kerjasama antara Polres Mempawah, Askab PSSI Kabupaten Mempawah, dan KONI Kabupaten Mempawah.

Musyawarah Adat III Dewan Adat Dayak Kabupaten Mempawah

“Dalam suasana berkabung ini, saya mengajak masyarakat untuk mengirimkan doa dan membacakan surat Al-Fatihah bagi para korban meninggal dunia. Bagi yang masih dirawat, mari kita doakan agar cepat diberikan kesembuhan,” ujar Muhammad Pagi, Rabu 5 Oktober 2022.

Selaku pecinta sepakbola, Muhammad Pagi juga menyayangkan terjadinya peristiwa yang menggemparkan dunia ini. Terlebih sepakbola seharusnya menjadi olahraga yang menghibur dan menjadi tontonan menyenangkan bersama keluarga.

“Namun sebaliknya apa yang terjadi di Kanjuruhan Malang, sangat kita sayangkan dan sesali. Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran agar tidak terjadi lagi di Indonesia termasuk di Kabupaten Mempawah,” ucapnya.

Muhammad Pagi juga berharap insiden yang memilukan tersebut merupakan tragedi terakhir dan tidak akan terulang lagi.

"Semoga tragedi tersebut merupakan tragedi terakhir, dan kedepan tidak akan terjadi lagi, dan ini menjadi teguran juga untuk pecinta sepakbola di Kabupaten Mempawah, agar senantiasa menjaga keamanan dan saling menghargai antar sesama saat menonton sepakbola," ujar Muhammad Pagi. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved