Operasi Zebra Kapuas 2022, Kapolres Bengkayang Sosialisasi dan Beri Arahan Kepada Pelajar SMA 2

Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan pengemudi ranmor terhadap rambu – rambu, marka jalan, dan etika dalam berlalu lintas

Editor: Jamadin
Dok. Polres Bengkayang
Kapolres Bengkayang Polda Kalbar AKBP Dr. Bayu Suseno, SH, SIK, MM, MH memberikan Sosialisasi dan Arahan Operasi Zebra Kapuas-2022 kepada pelajar SMA 2 Bengkayang, Selasa 4 Oktober 2022 pagi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG  – Kapolres Bengkayang Polda Kalbar AKBP Dr. Bayu Suseno, SH, SIK, MM, MH memberikan Sosialisasi dan Arahan Operasi Zebra Kapuas-2022 kepada pelajar SMA 2 Bengkayang, Selasa 4 Oktober 2022 pagi.

Kepada para pelajar, Kapolres Bengkayang mengatakan bahwa maksud dan tujuan melaksanakan sosialisasi ini yaitu ingin memberitahukan bahwa Polres Bengkayang saat ini menyelenggarakan operasi ”zebra kapuas 2022” yang akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai dari tanggal 03 oktober 2022 sampai dengan tanggal 16 oktober 2022.

“Operasi Zebra ini bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan angka fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sehingga terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta meningkatkan disiplin berlalu lintas di jalan”, kata Kapolres Bengkayang.

Kapolres Bengkayang menerangkan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 32 kasus dengan korban meninggal dunia 24 orang, luka berat 20 orang dan luka ringan 25 orang, dengan kerugian materiil Rp 195.500.000,-

Satlantas Polres Melawi Beri Edukasi Keselamatan Dalam Berlalulintas di Hari Pertama Operasi Zebra

Sedangkan untuk kasus laka yang melibatkan pelajar sebanyak 13 kasus / 30 persen dari kasus laka dengan korban meninggal dunia 5 orang, luka berat 4 orang dan luka ringan 4 orang.

“Dari data tersebut diatas bahwa kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia dan pelanggaran lalu lintas yang ada di Kabupaten Bengkayang jumlahnya cukup tinggi dikarenakan kurangnya disiplin dalam berlalu lintas dan tidak taatnya para pengemudi kendaraan bermotor pada undang – undang dan peraturan Lalu Lintas yang berlaku“, terang Kapolres.

“Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan pengemudi ranmor terhadap rambu – rambu, marka jalan, dan etika dalam berlalu lintas. Apabila kita sebagai pengendara ranmor melaksanakan semua ketentuan undang – undang dan peraturan serta etika berlalu lintas dengan baik niscaya bisa mengurangi angka terjadinya kecelakaan lalu lintas”, tambah Kapolres.

Kepada dewan guru dan siswa SMA 2 Bengkayang, Kapolres Bengkayang berharap pesan yang disampaikan dapat diterima dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sebab terciptanya ketertiban dan kelancaran lalu lintas menjadi tanggung jawab bersama.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan. Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan keselamatan untuk kemanusiaan”, tutup Kapolres.

Pada kesempatan ini, Kapolres Bengkayang juga menyerahkan Helm sebagai simbolis kepada pelajar SMA 2 Bengkayang sebagai wujud Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan inovasi Operasi Zebra Kapuas-2022.

Untuk diketahui bersama adapun 7 prioritas pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang menjadi target Ops Zebra Kapuas-2022 antara lain sebagai berikut.

1. Pengendara tidak gunakan helm sni dan safety belt

2. Pengendara sepeda motor berboncengan lebih dari 1 orang

3. Mengemudikan kendaraan dibawah pengaruh alkohol

4. Menggunakan handphone pada saat berkendara

5. Pengemudi dibawah umur

6. Mengemudikan kendaraan melawan arus

7. Mengemudikan kendaraan melebihi batas kecepatan

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved