Banjir Sintang
Banjir di Serawai Sintang, Rumah Sakit Pratama Buka Posko Pengobatan Gratis
Guna memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan, Rumah Sakit Pratama Serawai membuka posko untuk pengobatan masyarakat.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, bergerak cepat membantu kesulitan masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Serawai.
Guna memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan, Rumah Sakit Pratama Serawai membuka posko untuk pengobatan masyarakat.
"Kami RSP serawai sudah buka posko terdampak banjir," kata Kasubag TU Rumah Sakit Pratama Serawai, Moses kepada Tribunpontianak, Selasa 4 Oktober 2022.
Pembukaan posko pengobatan di RSP Serawai sesuai dengan arahan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh.
Baca juga: Banjir di Serawai Sintang, Ribuan KK Terdampak
"Apabila ada banjir kita diwajibkan membuka posko," jelas Moses.
Apabila ada pasien yang datang, akan diberikan perawatan dan pelayanan tanpa dipungut biaya sepeserpun.
"Apabila ada pasien yang terdampak banjir kami rawat dan layani gratis di RSP serawai. Kalau hari ini belum ada pasien. Biasanya hari kedua atau paska banjir baru ada keluhan dari masyakat," kata Moses.
Selain membuka Posko Pengobatan Gratis, Puskesmas Serawai juga melakukan pelayanan keliling menggunakan perahu karet bersama dengan forkopincam Serawai. Pelayanan mulai dilakukan hari ini, dengan mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
"Kami tidak keliling hanya membuka posko di RSP. Kalau yang pengobatan keliling ditangani dari puskesmas serawai.
Saya dapat info tadi pagi sudah mukai bersama forkopicam kecamatan, menggunakan kendaraan dari kecamatan. Kalau RSP biasanya lebih menangani kasus rujukan untuk perawatannya," jelas Moses.
Diberitakan sebelumnya, banjir bandang kembali melanda Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa 4 Oktober 2022. Hingga saat ini, debit permukaan masih naik.
Banjir menyebabkan aktivitas pasar serawai lumpuh total. Merendam ruas jalan pemukiman, perumahan penduduk dan juga sekolah.
"Kondisi air masih perlahan naik, bang. Bagian pasar sudah lumpuh total. Perkiraan ya 2-3 meter. Sudah lewat di atas kepala orang dewasa," kata Hendra warga Serawai dikonfirmasi Tribunpontianak.
Menurut Hendra, debit air sungai melawi meluap sejak Senin kemarin. Sampai saat ini, volume air masih naik.
"Pemukiman bagian hilir sudah ada yang terendam. Sejak kemarin sore naik airnya. Sekarang air masih perlahan naik," ujar Hendra.
Camat Serawai, Rafael mengatakan banjir mulai melanda sejak tanggal 2 Oktober 2022. Banjir disebabkan curah hujan tinggi di perhuluan sungai melawi..
"Keadaan serawai terkini, mulai banjir dri tanggal 2 sampai 3 Oktober 2022. Tanggal 3 itu banjir mulai besar karena hujan dari pagi sore malam sampai pagi tidak berhenti dan juga kecamatan di Hulu ambalau juga hujan dan banjir. Mengakibatkan air yang ada di ambalau turun ke serawai akibatnya besar airnya," kata Rafael.
Sejumlah desa di Kecamatan Ambalau juga dilaporkan banjir. Seperti di Desa Kepala Jungai dan Buntut Purun.
"Benar di buntu purun terendam. Saya msih terjebak di desa kepala Jungai, ndak bisa milir (turun ke ambalau) karena debet air msih tinggi," kata Sekcam Ambalau, Nopeka Kusnadi.
Berdasarkan monitoring anggota Polsek Serawai bersama dengan jajaran Forkopincam pada Selasa, 4 Oktober 2022, ada 10 desa terdapa yang terdampak banjir luapan sungai melawi. Yang paling parah, Desa Serawai, dengan ketinggian air 70 centimeter.
"Desa Serawai ada sekitar 70 kepala keluarga. Ketinggian air sekitar 50-70 centimeter," kata Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian melalui Kasi Humas AKP Sudjiono dikonfirmasi Tribunpontianak.
Selain melakukan patroli anggota Polsek Serawai juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat soal kemungkinan ketinggian debit air sungai melawi semakin bertambah.
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan berhati-hati terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.
"Situasi banjir di wilayah Kecamatan Serawai terdata kenaikan debit air sungai melawi yang mengenangi wilayah terdampak banjir diantara 50 cm s.d 70 cm. Jika Intensitas Hujan di wilayah perhuluan Kecamatan Serawai kembali meningkat dimungkinkan ketinggian air akan semakin naik serta dapat menimbulkan kerugian harta benda bagi warga yang terdampak banjir," ungkap Sudjiono.
Ada beberapa lokasi yang dipersiapkan untuk tempat pengungsi jika diperlukan. Antara lain: Gedung Sekolah SMP Katolik Bukit Raya Serawai; Gedung sekolah SMP Negeri 1 Serawai; Gedung Pastoran Gereja Santo Monfrot Desa Muara Kota; Gedung MTs Nurul Hikmah Desa Dara Muning; Gedung SDN. 03 Desa Mekar Sari dan Lapangan Bola MTq Desa Muara Kota. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Dok-Camat-Serawai-041022.jpg)