Banjir Sintang

Banjir di Serawai Sintang, Ribuan KK Terdampak

Menurut Kornelius, banjir di Serawai akibat gugur hujan dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut termasuk di perhuluan sungai melawi.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Bencana alam banjir yang melanda Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, berdampak pada ribuan kepala keluarga. Banjir kali ini disebut terparah kedua dibandingkan dengan Oktober tahun lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bencana alam banjir yang melanda Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat berdampak pada ribuan Kepala Keluarga.

Banjir kali ini disebut terparah kedua dibandingkan dengan Oktober tahun lalu.

"Banjir tinggi di kecamatan serawai. Kondisi banjir hari ini tahun ini volume air cukup tinggi kalau dibandingkan tahun lalu Oktober, ini tingkat ketinggian kedua terbesar," kata Kasi Trantib Kecamatan Serawai, Kornelius Ngawan, Selasa 4 Oktober 2022.

Menurut Kornelius, banjir di Serawai akibat guyuran hujan dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut termasuk di perhuluan sungai melawi.

BREAKING NEWS - Banjir Landa Kecamatan Serawai Sintang, Aktivitas Pasar Lumpuh

"Banjir ini diakibatkan oleh karena curah hujan 3 hari berturut turut dan mengakibatkan banyak warga rumah yang terdampak banjir, ribuan. Walaupun sampai saat ini kami belum punya data laporan dari masing-masing desa tapi dapat kami laporkan. Daerah terdapat banjir kecamatan serawai terparah 20 desa kemudian diperkirakan terdampak lebih dari 1000 kk," ungkap Kornelius.

Kornelius menyebut, saat ini dibutuhkan bantuan sembako untuk warga terdampak banjir di Serawai.

"Saat ini sangat dibutuhkan sembako, obat mungkin juga pakaian yang dibutuhkan warga terdampak banjir. Kami dari pihak kecamtan dan lintas sekotral sudah melakukan pengobatan keliling dengan fasilitas kecamatan perahu karet 15 pk tim sudah turun wilayah nanga serawai dan tanjung raya melakukan pelayanan kesehatan keliling. Kita berharap kondisi ini lekas surut," harap Kornelius.

Berdasarkan monitoring anggota Polsek Serawai bersama dengan jajaran Forkopincam pada Selasa, 4 Oktober 2022, ada 10 desa terdapa yang terdampak banjir luapan sungai melawi. Yang paling parah, Desa Serawai, dengan ketinggian air 70 centimeter.

"Desa Serawai ada sekitar 70 kepala keluarga. Ketinggian air sekitar 50-70 centimeter," kata Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian melalui Kasi Humas AKP Sudjiono dikonfirmasi Tribunpontianak.

Selain melakukan patroli anggota Polsek Serawai juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat soal kemungkinan ketinggian debit air sungai melawi semakin bertambah. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan berhati-hati terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.

"Situasi banjir di wilayah Kecamatan Serawai terdata kenaikan debit air sungai melawi yang mengenangi wilayah terdampak banjir diantara 50 cm s.d 70 cm Jika Intensitas Hujan di wilayah perhuluan Kecamatan Serawai kembali meningkat dimungkinkan ketinggian air akan semakin naik serta dapat menimbulkan kerugian harta benda bagi warga yang terdampak banjir," ungkap Sudjiono.

Ada beberapa lokasi yang dipersiapkan untuk tempat pengungsi jika diperlukan. Antara lain: Gedung Sekolah SMP Katolik Bukit Raya Serawai; Gedung sekolah SMP Negeri 1 Serawai; Gedung Pastoran Gereja Santo Monfrot Desa Muara Kota; Gedung MTs Nurul Hikmah Desa Dara Muning; Gedung SDN. 03 Desa Mekar Sari dan Lapangan Bola MTq Desa Muara Kota. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved