Penjualan Sepeda Motor Listrik di Pontianak Meningkat Setelah BBM Bersubsidi Naik

"Untuk STNK dan BPKB sendiri sudah tersedia seperti sepeda motor biasa dan pemerintah juga sudah mendukung itu semua, "terangnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Salah satu karyawan bergaya diatas sepeda motor listrik yang berada di Jl. Ir. H. Juanda, Darat Sekip, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Manager PT. Sumber Tenaga Optimal Nico Adidharma mengatakan penjualan sepeda motor listrik meningkat pesat setelah adanya kenaikan harga BBM bersubsidi.

Peningkatan penjualan tersebut dirasakan salah satu pelopor sepeda motor listrik di Pontianak yaitu toko Gesit yang berada di Jl. Ir. H. Juanda, Darat Sekip, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

"Kalau untuk penjualan keseluruhan sepeda motor listrik itu semenjak kenaikan harga BBM penjualan jauh lebih meningkat, dalam sebulan bisa laku terjual belasan unit saat kenaikan harga BBM, "kata Nico Adidharma saat ditemui di kantor Gesit pada hari Sabtu, 1 Oktober 2022.

Nico juga menjelaskan beberapa tipe yang tersedia di tokonya mulai dari Gesit dan Viar.

Baca juga: Kenali Manfaat Terapi Bekam Bagi Kesehatan

"Yang kita jual ada Gesit, Viar Q1, Uwinfly love summer, Uwinfly love summer pro, Uwinfly N9, Uwinfly N9 pro dan Uwinfly T3, dan nanti kita akan usung kan beberapa lagi untuk distributornya, "jelas Nico.

Ia menjelaskan selama satu tahun terakhir sebanyak kurang lebih 160 unit yang terjual, belasan unit untuk Gesit dan 4 hingga 5 unit untuk Viar yang terjual dalam satu bulan.

"Kira-kira 160 unit yang laku terjual dalam setahun dari keseluruhan, baik itu dari Gesit maupun Viar, "katanya.

Untuk kesulitan penjualan selama ini ia mengaku tak memiliki kesulitan namun masih terdapat beberapa konsumen yang masih salah dalam penggunaannya.

"Untuk komplain sih selama ini tidak ada ya, kalau untuk kendala penjualan juga tidak ada kendala, cuma memang beberapa itu terkadang masih salah dalam pemakaian, "katanya.

"Seperti contoh ada yang melakukan pengecasan baterainya itu nunggu sudah benar-benar habis baru dicas atau dibiarkan berminggu-minggu tidak dicas, paling ya perilaku seperti itu aja sih, "tambahnya.

Selain itu ia juga menjelaskan untuk pemakaian sepeda motor listrik jauh lebih hebat jika dibandingkan dengan motor konvensional.

"Sebenarnya kalau warga yang sudah mengerti itu save money nya jauh lebih banyak ya, apalagi jika hanya untuk pemakaian mobilitasnya dari kantor ke rumah atau sebaliknya, "katanya.

"Namun ya untuk motor konvensional itu kita memang masih perlu ya, namun memang jika hanya untuk aktifitas tertentu itu jauh lebih hemat bahkan bisa menghemat 500 hingga 600ribuan, "tambahnya.

Di sisi lain untuk ketersediaan STNK dan BPKB sendiri sudah tersedia selayaknya sepeda motor konvensional.

"Untuk STNK dan BPKB sendiri sudah tersedia seperti sepeda motor biasa dan pemerintah juga sudah mendukung itu semua, "terangnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat mengerti dan paham akan adanya keuntungan jika memiliki kendaraan sepeda motor listrik dalam mobilitas tertentu.

"Harapannya sih banyak masyarakat yang mengerti dan pingin beralih karena memang kalau dia sudah tau itu untuk save money nya jauh lebih banyak, tapi memang untuk kendaraan konvensional kita masih perlu, namun untuk mobilitas tertentu itu bisa menghemat hingga 600 ribuan, "tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved