Perbedaan KTP Digital dengan E-KTP dari Sisi Akses, Bentuk dan Keamanan

"Perbedaan lokasi penyimpanan, KTP elektronik biasa disimpan di dalam dompet. Kalau Digital di dalam ponsel," ungkap Agus.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang, Agus Jam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kartu Tanda Penduduk (KTP) Digital mulai uji coba di Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Sintang. Uji coba KTP Digital masih bersifat pengenalan aplikasi IKD ke dinas Dukcapil Kabupaten kota.

"Baru sifatnya pengenalan aplikasi IKD ke dinas dukcapil kab/kota, PNS di lingkungan Pemda dan Mahasiswa, sedangkan untuk masyarakat menunggu launching dari kemendagri," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang, Agus Jam, kemarin.

Menurut Agus, ada enam perbedaan identitas kependudukan digital dengan KTP elektronik yang berbentuk fisik.

Perbedaan pertama dari sisi bentuk. KTP elektronik, berbentuk kartu yang bisa dipegang. Sementara KTP Digital berupa gambar KTap dan QR code.

Dari sisi penerbitan, KTP elektronik dicetak oleh Disdukcapil setelah penduduk melakukan pengajuan dan perekaman identitas. Sementara KTP Digital tidak perlu dicetak karena terdapat di masing-masing ponsel.

"Perbedaan lokasi penyimpanan, KTP elektronik biasa disimpan di dalam dompet. Kalau Digital di dalam ponsel," ungkap Agus.

Kapuas Hulu Belum Siap Terapkan KTP Digital, Ini Alasannya

Dari sisi cara akses, perbedaan cukup besar. Karena, KTP Digital membutuhkan koneksi internet untuk mengakses identitas dalam ponsel. Sementara KTP elektronik bisa langsung lihat datanya tanpa perlu Internet.

KTP Digital memiliki keunggulan dalam sisi kemudahan. Jika KTP elektronik perlu mencetak dan membawa fisik KTP Digital hanya perlu membawa ponsel untuk mengakses aplikasi.

"Untuk keamanan, KYP elektronik memang mudah digunakan, tapi bisa disalahgunakan oleh pihak lain. Kalau KTP Digital dilengkapi dengan fitur pin, lepas perangkat, pembakaran, pencegahan tangkapan layar dan kode QR selalu berubah-ubah sehingga lebih aman," ujar Agus. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved